Blog Tour & Giveaway: Perfect Ten

3:27:00 AM


Penulis: Dannie Faizal
Penyunting: Irsyad Zulfahmi
Penyelaras aksara: M. B. Winata
Desainer sampul: Dannie Faizal
Penyelaras desain sampul: Bayu N. L.
Ilustrator: Dannie Faizal
Penata letak:  Erina Puspitasari
Penyelaras tata letak: Bayu N. L.
Penerbit: Bukune


Aku terbangun dengan kepala yang lagi-lagi penuh akan potret dirimu. Kuraih segelas air putih di sisi ranjang, berharap meneguknya membuat dadaku sedikit lega. Namun, rasanya sama saja—ada kemarau di kerongkonganku pun dalam hatiku.

Seperti Zidan yang dibawa oleh Pak Ustaz dengan lorong waktu, ingatanku terpaut pada masa-masa yang telah lalu. Aku yang mencemooh kamu karena kerap terlambat untuk menjemputku. Aku yang terus saja mematahkan argumen-argumenmu yang tanpa dasar. Aku yang membentak saat kamu dengan impulsifnya mengubah rute perjalanan. Aku yang menekan kamu agar menjadi seseorang yang disiplin, bertanggung jawab, dan teratur. Aku yang memaksa kamu menjadi sosok sempurna.

Membanding-bandingkanmu dengan yang lain, tentu sudah sering kulakukan. Biasanya, kamu hanya akan memasang air muka yang datar sewaktu aku mulai menyudutkanmu. Namun, kemarin itu sungguh berbeda. Kamu yang mulai jengah pun membantah. “Aku bukan dia, dan dia bukan aku!” Begitu lantang kamu ucapkan—membuat lidahku kian kelu.

Kini aku bermimpi tentang kamu yang memelukku erat. Dalam lenganmu yang luas, kedekatan kita tak berbatas. Sampai akhirnya aku terbangun dan menyadari bahwa kamu sudah tak ada lagi di sisi. Kamu mempertegas jarak yang menganga di antara kita—memilih pergi dan tidak sekali pun berniat memalingkan wajah kemari.

Bisakah kupinjam bola matamu sejenak, supaya aku tau bagaimana kamu memandangku? Apakah nilaiku lima? Atau justru minus tiga?

Yang jelas, aku gagal mendapat nilai sepuluh sebagai pasanganmu.

Aku rindu melayangkan cubitan ke perutmu ketika kamu terlambat menjemputku.

Aku rindu saat kamu menanyakan pendapat untuk proyek barumu.

Aku rindu kamu yang penuh kejutan sewaktu tiba-tiba membelokkan sepeda motormu ke arah yang tak sesuai rencana.

Aku sudah tidak bisa menjelaskan lagi tentang cintaku, ketakutanku, hasratku, gembiraku, cemburuku, harga diriku, dan amarahku kepadamu. Akan tetapi, kegagalan dalam meraih nilai sepuluh semasa mengiringi langkahmu membuatku giat belajar dan introspeksi diri. Pandanganku semakin jelas melihat kalau pada setiap ketidaksempurnaan, ada saja kesempurnaan yang sebenarnya telah dirasakan—terciptalah keseimbangan.

Bahwa ini hanya karena aku lupa bersyukur.

Bahwa ini terjadi sebab aku tidak berkaca.

Bahwa rencana Tuhan memanglah luar biasa.

Mungkin saja, sepuluh detik lagi, sepuluh hari lagi, atau sepuluh bulan lagi, aku telah menemukan dia yang kusanggupi untuk menjadikan hariku bernilai sepuluh. Begitupula sebaliknya, aku menggenapi kehidupannya, tak lagi membuat ruang-ruang penuh sekat layaknya ketika aku bersamamu. Atau justru, dia bisa menerima aku dengan ritme seperti itu. Yang pasti, aku tidak pernah lelah untuk menaruh impian pada angka sepuluh. Sekalipun hasilnya enam atau delapan, bisa saja memang telah cukup untuk porsiku. Sekalipun hasilnya enam atau delapan, akan selalu ada kebahagiaan lain yang aku temukan.


***


Sedikit cuplikan tadi hanyalah narasiku tentang kegagalan dan menyikapinya yang terinspirasi dari Perfect Ten. Novel baru dari Dannie Faizal ini mengisahkan perjalanan Sapta yang berusaha menciptakan nilai sepuluh dalam hari-harinya. Bukan tanpa alasan, sang ayah pernah menanamkan obsesi ini dengan berkata, “Sepuluh itu simbol kesempurnaan—nilai tertinggi. Satu adalah angka permulaan, pembuka, dan simbol keesaan. Sementara nol adalah angka akhir, penutup, dan simbol ketiadaan. Jika kedua angka ini digabung, maka akan menghasilkan keseimbangan. Seperti siang dan malam, Yin dan Yang, aku dan kamu… ehm—dan sebagainya.”

Ilustrasi khas Dannie Faizal

Selain ilustrasi yang khas, penulis Manjali ini punya ciri lain yaitu sering memasukkan satir dalam tiap tulisannya. Meski tak banyak, sindiran-sindiran lewat analoginya membuat aku tergelitik saat membacanya. Subjektif atau tidak, Dannie memang mengulas sesuatu yang sarat makna dengan renyah.

Kayak salah satu percakapan Sapta dan Laras—rekan sekantornya.

Laras: “Lo tau nggak kalo Thomas Alfa Edison nggak menemukan bola lampu?”

Sapta
: “Ya, pasti kita sampai sekarang hidup dalam kegelapan, seperti manusia gua.”

Laras
: “Salah! Dunia tetap seperti sekarang. Terang benderang.”

Sapta
: “Lho, kok?”

Laras
: “Kalau Thomas Alfa Edison nggak menemukan bola lampu, pasti bakal ada orang lain yang menemukannya. Begitu juga kalau Albert Einstein nggak menemukan teori relativitas atau Ray Tomlinson nggak menciptakan e-mail, pasti bakal ada orang lain yang menemukannya. Tuhan bukan menakdirkan Thomas Alfa Edison untuk menemukan bola lampu, tapi Tuhan menakdirkan bahwa dunia suatu saat akan diterangi lampu-lampu pada malam harinya. Penemunya bisa siapa saja. Maksudnya, buatlah hal apa pun menjadi takdir kita. Thomas Alfa Edison rela bekerja keras demi memastikan gelar ‘penemu bola lampu’ menjadi takdirnya. Gue juga begitu.”


Is it perfect, right? Bagi aku sih, kamu pasti tertarik deh, buat punya novel satu ini. Dibanderol dengan harga Rp 50.000,- di sini kamu berkesempatan mendapatkannya dengan cuma-cuma. Caranya gampang, kok.

1. Komen di postingan ini dengan kegagalanmu dalam hubungan (percintaan, pertemanan, ataupun keluarga) dan menyikapinya sertakan id Twitter kamu.
2. Share postingan ini di Twitter, mention ke @tehpocii dengan hashtag #PerfectTen. Kamu boleh menambahkan quotes atau apa pun yang berkaitan dengan Perfect Ten dalam sudut pandangmu.
3. Giveaway ditutup Jumat, 1 Juli 2016 pukul 19.00 WIB. Pengumuman maksimal 1x24 jam dan akan di-update di blog maupun Twitter.
4. Hanya akan ada satu di antara kamu yang berhak mendapatkan novel terbaru dari Dannie Faizal ini. So, be creative, guys!
5. Ongkir ditanggung penyelenggara blog tour.

Kamu mau kan, ikut memaknai kesempurnaan bersama Perfect Ten? Ikuti juga perjalanan mengejar kesempurnaan dengan blog host lainnya.


You Might Also Like

12 comments

Comments
12 Comments
  1. Nama : Devi Ambar
    Akun Twitter : @Deviambar_

    Namanya juga hidup. Pasti ada kepahitan, nah. kegagalan hubungan saya adalah dalam masalah keluarga. Ini a dalah kisah yg memilukan yg terjadi pada ibu saya dan ayah saya.
    Tepatnya 2 tahun lalu mereka bercerai. saya rasa, ini adalah sebuah hukuman bagi saya dan kedua adik saya. Kita terpecah. saya dan adik terakhir ikut ibu, yg n.2 ikut ayah.
    Ini sungguh berat, apalagi umur saya masih 14 tahun. saya merasa kurang kasih sayang dari seorang ayah. Maka di dalam keluarga baru ini, yang ada hanya aku, ibu dan adik terakhirku. Aku menyikapi cobaan ini dengan sedikit rasa kecewa. Berat, dan amat berat. lambat laun, saya mencoba untk berpikir secara dewasa, bahwa saya Tuhan, menciptakan kejadian ini karena ini baik bagi saya. begitulah cara berpikir sepeti itu. saya rasa dia memang bukan ayah yg baik bagi saya dan keluarga. Tetapi dia adalah ayah yg tangguh. i miss you, Dady.. miss you so much.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Aku,biasa dipanggil Adel, pelajar SMA di Semarang. Dalam kehidupan sekolah ini ada 1 kegagalan yang selalu membekas di hati. Dalam hubungan pertemanan, tepatnya saat SMP. Aku dan ke-4 temanku bersahabat akrab. Menjelang akhir" SMP kami malah terpecah karena masalah sepele, "menyukai cowok yg sama". Kami berantem satu sama lain, dengan cepat melupakan persahabatan yg telah kami jalin, hanya demi memperebutkan cowok demi cinta semata. Sungguh konyol memang, tapi itulah kami. Kehilangan sahabat" yg berarti demi cowok yg tak berarti sesungguhnya. Pada akhirnya kami bersatu kembali setelah disadarkan dengan sharing" pada malam retret, agenda tahunan kls 9. Aku, tidak, kami ber-5 rukun kembali, memperbaiki persahabatan kami kembali. Kegagalan dalam persahabatan ini, tidak, ini kuanggap pembelajaran utk persahabatan kami kedepannya, sungguh materi yg berharga bagiku. Thanks my bestfriends :D

    ID Twitter : @AdelinaDesi02

    ReplyDelete
  4. Aenun Nasyifa Z.A.
    @AenunNasyifaZA

    3 tahun yang lalu, waktu yang sulit rasanya seperti memutar arah di jalan raya. namun tanpa aba-aba dan tanpa persiapan. Masuk IPS adalah hal yang awalnya tak ku inginkan. aku kecewa, sangat kecewa. sampai sampai aku menjalani bulan-bulan pertamaku di SMA dengan tanpa semangat. begitu datar dan membosankan.Sejak SMP aku lebih suka belajar Fisika. Rumus dan rumus, soal dan soal, teori dan teori.begitu sampai aku menyukai Fisika dan bertekat masuk jurusan IPA. Namun takdir berkata lain, nilaiku masih kalah dengan yang lain sehingga aku harus masuk jurusan IPS. sedih pasti dan waktupun berlalu, aku mulai membuka mata melihat keseriusan teman-temanku yang sungguh-sungguh di jurusan IPS. aku pun terpacu dan mulai menikmatisegala sesuatu yang berhubungan dengan IPS. di sekolahku IPS bukan akan urakan yang menyebalkan tapi kekeluargaan dan penuh rasa toleransi yang tinggi, membuatku berfikir "mungkin ini memang lebih baik" dan benar saja aku sangat menikmati hari-hari belajarku dengan mapel-mapel IPS. kini IPS sudah melekat dalam diriku dan aku bangga menjadi anak IPS.
    "Jika yang Allah berikan tidak sesuat seperti apa yang kita harapkan, percayalah itu yang terbaik bagi kita" :)

    ReplyDelete
  5. Nama : ignasia iriani
    Twitter : @bananacreamyyy
    Sebelum menulis ini mau bilang bahwa cerita ini tidak ada yang yang dikurangi maupun dilebih lebihkan. Terimakasih
    Aku dari dulu memang dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan pendiam, lebih tepatnya menjurus ke introvert . Hal yang kuanggap paling rumit adalah mencari teman. Ini kejadian 3 tahun lalu ketika aku masih SMP . Waktu itu aku benar benar frustasi dikelas karena sama sekali nggak punya teman. Kesana sini sendiri , senang susah ya dipendam sendiri. Banyak yang sering memandangku sebagai anak aneh. Sampai ketika pembagian kelas aku kenal seorang teman namanya Indah. Banyak yang bilang juga dia aneh karena kadang kelakuannya hiperaktif , sering nangis tanpa alasan jelas , dan yang paling bikin aku sakit hati ketika orang tua ku yang waktu itu kesekolah bilang bahwa dia (maaf) mirip orang idiot. Meskipun begitu cuma dia sahabat yang mau dengar ceritaku , sama dia aku terlibat obrolan seru , ketawa dan main bareng kesana sini. Buat orang lain itu hal biasa tapi buatku itu momen yang belum pernah aku rasain. Jadi tau sendirikan gimana rasanya?
    Sampai akhirnya kita pisah waktu SMA dan akhirnya jarang ketemu namun tetap curhat curhatan lewat sms. Dan semua berubah ketika negara api menyerang ( becanda dikit hehe) .Berubah ketika aku punya banyak sahabat di SMA baruku . Karena aku sebelumnya memang udah bertekad merubah pribadiku jadi lebih terbuka. Sampai nggak kerasa sms Indah aku cuekin dan akhirnya jadi lost contact. Dan waktu itu libur semester dua aku kaget ketika Indah tiba tiba inbox aku di facebook , dan nulis kalau dia akan pindah ke SMA ku namun jadi satu tingkat dibawahku alias adik kelas . Aku kaget dan berusaha meyakinkan diri aku bahwa dia cuma bercanda kayak biasanya. Dan waktu hari pertama masuk sekolah aku kaget ketika lihat dia sudah di mushola sekolahku lengkap dengan seragamnya. Jujur aku canggung ketika dia kayak biasa heboh kalau udah nyapa orang lain. Setelah beberapa bulan aku dengar dia sering diolok dan dibully oleh kakak kelas gara gara tingkahnya dia yang dianggap terlalu over. Aku jadi sering khawatir dan canggung tiap kali ketemu dia . Takut aku dibully gara gara pada belum tahu bahwa dulunya dia sahabat aku. Dan akhirnya aku jujur ke sahabat sahabatku sekarang bawa dia itu dulu temanku. Namun sekarang tiap ketemu sahabatku jadi sering ngolok olok aku . Karena sebal aku putuskan untuk nggak akan menyapa dia lagi . Kalo ketemu dia aku cuma nunduk atau cari jalan lain jangan sampai ketemu Indah.
    Dan tak berapa lama waktu ada acara bersama keagamaan yang dillakukan semua kelas aku akhirnya ketemu Indah lagi . Dia bilang aku udah berubah. Sejak saat itu dia nggak pernah nyapa aku lagi , kita sama sama diam kalau ketemu dan beranggapan bahwa seolah olah kita nggak ada hubungan apa apa akhirnya itu berlangsung sampai sekarang.
    Dan aku baru sadar sekarang bahwa ada yang hilang. Persahabatan itu kini jadi tanpa bekas. Aku jadi ingat masa masa susah ketika aku memang ada di tahap frustasi . Dan waktu itu cuma Indah yang merubah aku jadi pribadi yang luar biasa. Ada banyak penyesalan karena sebenarnya ku sendirilah yang merusak dan menggagalkan alur persahabatan ini . Hanya karena mengedepankan rasa gengsi. Untuk sekarang aku hanya ingin menitipkan perasaanku lewat tulisan tulisan ini . Terimakasih sudah menorehkan banyak cerita dan hal sederhana untukku kala itu sobat.

    ReplyDelete
  6. nama : yunika anwar
    twitter: @yunikaanwar1

    ini terjadi 5 tahun yang lalu saat saya kelas 5 SD. waktu itu mungkin saya masih belum terlalu mengerti dengan masalah kedua orang tua saya. mereka sering bertengkar bahkan ayah sempat meninggalkan rumah. hingga tepat saat saya kelas 6 mereka berdua akhirnya bercerai. saat itu saya sedih karna kehilangan sosok ayah tapi saya berfikir masih ada mamah saya disamping saya mungkin ini yang terbaik bagi keluarga saya. hingga saat saya kelas 1 SMP mamah saya lebih memilih menikah lagi dan pergi meninggalkan saya dan kk saya. saya dan kk saya hanya tinggal dengan nenek kami disinilah titik terpuruknya saya. saya kehilangan figur seorang orangtua sekaligus, saya kurang kasih sayang kedua orang tua saya, bahkan saya sempat iri dengan teman" saya yang memiliki keluarga utuh dan bahagia. saya menjadi pribadi yang nakal, keras, dan tidak mau diatur. tapi akhirnya saya sadar bahwa mungkin inilah yang terbaik yang sudah Allah berikan untuk saya mungkin Allah tau bahwa saya mampu melewatinya dan saya pun berubah menjadi lebih baik, dan saya juga disadarkan bahwa disekitar saya masih banyak orang" yang peduli terhadap saya Allah memberikan saya pengganti dari kehilangan figur kedua orang tua saya dengan memberikan saya sahabat yang sangat baik.

    ReplyDelete
  7. Nama : Ahmad Jalalludin
    Twitter : @ahmaestudio
    Namanya juga kata-kata, terkadang kita menyepelekannya dan menganggapnya sebagai celetukan belaka. Tapi akan berbeda cerita bila kata-kata itu benar-benar terbukti dan nyata dalam kehidupan kita. Pastinya menjadikan pola pikir kita akan berubah derastis. Itu sih bagi kita yang sadar, tersadarkan dan juga merasa pernah nyepelein kata-kata.
    Aku sendiri pernah mengalaminya, untungnya aku sadar bahwa celetukan sepeleku “Aku mau jadi playboy” beneran terjadi dalam kehidupanku. Pasalnya aku mengucapkannya kepada seseorang yang aku cintai untuk pertama kalinya sebagai seorang kekasih hati, orang menyebutnya pacar. Aku ucapkan kepadanya ketika kita berpisah sebagai label pacar. Namanya masih anak bawang, Kelas XI MA yang baru-baru merasakan apa yang namanya cinta. Begitu berpisah, celetukan apapun buat penyesalan keluar begitu saja. Salah satunya itu, jadi playboy.
    Sampai akhirnya lulusan MA (Setingkat SMA), aku mulai mudah merasakan dan menganggap rasa yang ku miliki adalah cinta. Akhirnya aku bilang bahwa aku menyukainya, orang-orang yang aku rasa aku suka. Dan itu tidak hanya pada satu orang saja. Alias banyak orang. Entah kenapa semunya juga menerimaku tanpa tau aku suka pada orang lain selain dirinya. Terbuktilah di sini saya beneran jadi playboy. Mungkin karena yang saya ingat dan pegang adalah “ kalau memang suka, katakan saja. Yang penting katakan. Entah diterima atau enggak itu urusan belakang, yang penting katakan.” Akhirnya aku jadi berani mengatakan kepada siapapun yang aku rasa suka padanya. Itulah pemicunya kenapa aku seberani itu untuk mengatakan kepada banyak wanita. Waktu itu aku belum sadar kalau aku beneran jadi playboy.
    Aku tersadarkan dan merasa bener-bener jadi playboy adalah ketika salah satu dari yang jadi pacarku merasa aku udah berubah. Saat kenalan begitu manisnya, ketika sudah pacaran mulai memudar kemanisannya. Dan saat itu juga akhirnya kita putus. Hilanglah satu orang yang aku sayang. Lalu, aku berpikir bahwa ini karena aku menyayangi banyak orang dan bilang suka padanya. Tapi tidak mampu adil dalam membagi rasa kasih sayang. Apakah aku ini beneran sayang? Atau seorang pria tanpa perasaan? Atau aku ini playboy? Ah, sudahlah. Lambat laun akhirnya aku sadar, aku penyayang banyak orang. Juga lelaki tanpa perasaan. Serta playboy. Dan hubunganku dalam label pacar kandas semuanya, jadi teman, kakak-adik.
    Di sinilah aku merasa, kata-kata itu menghujamku. Kata-kata yang aku lontarkan tanpa perasaan sama sekali yang akhirnya berbuah kemalangan padaku. Jadi seorang pecinta, sampai orang tanpa perasaan dan nurani. Inilah yang aku rasa kegagalan itu ada karena kita menyepelekannya.
    Aku bersyukur, karena aku ditegur lebih awal.

    ReplyDelete
  8. Kiki Suarni
    @Kimol12

    Itulah hidup, berputar seperti rollercoster. Kadang di atas, kadang di bawah. Kalau bicara tentang kegagalan dalam hidup, pasti tidak jauh-jauh dari yang namanya penyesalan. Dan penyesalan dari kegagalan yang kualami, banyak!

    Mungkin salah satunya adalah kegagalanku menjadi kakak yang baik bagi Alm.adikku. Memang waktu itu kami sama-sama masih kecil, aku bahkan belum masuk SD dan jarak umur antara aku dan dia itu sangat dekat. Sehingga kami tampak seperti seumuran. Mungkin wajar waktu itu aku sering membuatnya nangis. Jahil ke dia, dan melakukan segala hal yang buat dia nangislah. Anak-anak, belum ngerti apa-apa, wajar.

    Tapi seiring berjalannya waktu, aku makin merasa bersalah sama dia. Penyesalanku yang dalam sampai saat ini adalah aku tidak sempat mengucapkan maaf disaat-saat terakhirnya. Sampai sekarang masih terus kepikiran, bahkan sampai kebawa mimpi. Kalau aku pikirkan lagi, aku merasa gagal menjadi seorang kakak yang baik buat dia. Kadang aku berpikir, kenapa dulu aku begitu jahat sama dia? Harusnya meski aku tidak bisa buat dia bahagia, setidaknya aku gak harus buat dia nangis.

    Tapi yah, itu semua sudah terjadi. Sekarang aku hanya bisa mendoakannya dan meminta maaf melalui doa dalam sujudku.

    Terima kasih.

    ReplyDelete
  9. Kiki Suarni
    @Kimol12

    Itulah hidup, berputar seperti rollercoster. Kadang di atas, kadang di bawah. Kalau bicara tentang kegagalan dalam hidup, pasti tidak jauh-jauh dari yang namanya penyesalan. Dan penyesalan dari kegagalan yang kualami, banyak!

    Mungkin salah satunya adalah kegagalanku menjadi kakak yang baik bagi Alm.adikku. Memang waktu itu kami sama-sama masih kecil, aku bahkan belum masuk SD dan jarak umur antara aku dan dia itu sangat dekat. Sehingga kami tampak seperti seumuran. Mungkin wajar waktu itu aku sering membuatnya nangis. Jahil ke dia, dan melakukan segala hal yang buat dia nangislah. Anak-anak, belum ngerti apa-apa, wajar.

    Tapi seiring berjalannya waktu, aku makin merasa bersalah sama dia. Penyesalanku yang dalam sampai saat ini adalah aku tidak sempat mengucapkan maaf disaat-saat terakhirnya. Sampai sekarang masih terus kepikiran, bahkan sampai kebawa mimpi. Kalau aku pikirkan lagi, aku merasa gagal menjadi seorang kakak yang baik buat dia. Kadang aku berpikir, kenapa dulu aku begitu jahat sama dia? Harusnya meski aku tidak bisa buat dia bahagia, setidaknya aku gak harus buat dia nangis.

    Tapi yah, itu semua sudah terjadi. Sekarang aku hanya bisa mendoakannya dan meminta maaf melalui doa dalam sujudku.

    Terima kasih.

    ReplyDelete
  10. Tri Indah Permatasari
    @LiebeIs0503

    Dalam semua hal, setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan. Karena dari sanalah kita bisa belajar untuk jadi lebih baik lagi.
    Kegagalan dalam percintaan, waktu nyari jodoh sendiri aku ditipu. Ternyata orangnya suka sama s**s aja, beruntung aku belum sampe ketahap serius sama dia, masih dilindungi Allah swt. Kalau pertemanan, ini semua karena cowok. Punya dua sahabat, salah satu dari mereka ada cowok dan entqh kenapa itu cowok ngak sopan banget diam2 selingkuh sama temanku satunya, alhasil berantem, sampe disekolah juga bertengkar terus. Ngak enaknya karena aku ditengah mereka. Sampai sekarang masalahnya ngak kelar. Keduanya egois ngak ada yang mau minta maaf duluan, padahal kalau aku lagi bareng sama salah satu dari mereka, pasti pada tanya kabar kesatunya. Masih nyari solusi buat nyatuin mereka lagi.
    Terakhir, kegagalan dalam keluarga. Dan ini yang paling serius. Punya satu adik perempuan yang cantik dan pintar, belum sempat ngajari dia tentang pelajaran atau ngasih kasih sayang yang lebih karena waktu itu masih sama-sama kecil. Aku baru kelas 5 SD, dan beberapa bulan sebelum dia masuk SD, ternyata Allah lebih sayang sama dia. Disini aku merasa gagal banget buat jadi kakak yang baik. Aku juga merasa belum ngucapin kalau aku sayang sama dia, belum kasih pelukan hangat seorang kakak. Buat ngobatin rindu, aku suka ngajari adik-adik tetangga les, walaupun bukan adik sendiri. Rasanya bahagia banget, terkadang masih suka nangis sih. Tapi ya semua sudah takdir. Semangat!
    Semua memang terkadang sudah ditakdirkan oleh Allah, tapi ada bebarapa takdir yang kita harus tentukan sendiri. Jika ingin sukses, maka bersungguh-sungguhlah dan cintai jalan yang kau pilih.

    ReplyDelete
  11. Nama : Deria Anggraini
    Twitter : @derxreads

    Jawaban :
    Aku masih muda, masih remaja, dan belum mengalami kegagalan yang benar2 ngebuat aku down dalam hidup ini. Mungkin nanti seiring bertambahnya umur aku akan mengalami itu, mengingat kehidupan nggak selamanya indah, ada manis pahitnya.
    Dan sekarang aku mau share kegagalanku untuk membela orang yg tdk bersalah, membela kaum2 lemah. Ini kejadian waktu smp kelas 1. Ada anak yg dibully sama anak2 lain, baik cewek maupun cowok. Dia dibully karena namanya, wajahnya, semua yg ada dalam diri dia. Jujur aku pernah menertawakan lelucon yg diberikan tmn2ku pada dia, dan aku ngerasa jahat. Tapi kebanyakan aku ngerasa kasian, ngerasa kesel sama tmn2ku yg ngebully itu. Mereka bisa dibilang anak populer, anak gaul, suka ngelawan guru, nggak peduli sama pelajaran. Sering aku pengen banget ngebelain temenku yg dibully itu cuma aku takut juga sama mereka. Aku bukan anak yg pemberani, lebih ke pemalu. Apalagi mereka itu bisa diblg pentolan kelas kami. Jadi disatu sisi aku pgn ngebela tmnku yg dibully dan marahin, ngebentak org2 yg bully dia, dan disisi yg lain aku takut, aku cuma anak biasa kayak yg lainnya, nggak terlalu menonjol. Dan aku benci sama sifatku yg penakut ini, aku benci gimana aku gagal ngebela tmnku itu yg nggak salah apa2 tapi jadi bahan lelucon bagi anak2 yg lain.
    Pas kls 9 hal yg sama terjadi lagi, tetapi korban dan pelaku berbeda.Disaat itu aku pgn nangis karena bener2 kasian tapi nggak bisa berbuat apa2 (aku emang cengeng). Sampai aku diem aja karena masih mikirin tmnku yg dibully itu.
    Berlanjut ke smk, ada anak yg yah bisa diblg agak dijauhi karena sifatnya sendiri, nggak dibully, palingan diomingin di belakang. Dan aku ngerasa aku berhak ngebantu dia, ngebela dia, karena pada dasarnya tmn2ku itu nggak punya hak buat ngejudge dia. Dan yg kulakukan saat ada yg ngatain dia di belakang, aku paling diem ngedengerin aja, tapi kalau udh parah baru aku blg 'apaan sih?', 'dia gitu2 juga punya sisi baiknya, jgn liat sisi buruknya aja', 'ngomongin org mulu, dosa'. Dan aku juga ngasih tau ke tmnku itu knp dia dijauhin sama anak2, aku nasehatin gimana caranya bersosialisasi, biar punya temen. Dan aku blg juga sifat2 dia yg emang nggak baik untuk diubah. Itu semua biar dia nggak dijauhin lagi, dan biar dia jadi pribadi yg lebih baik lagi.
    Jadi aku belajar sih harus lebih berani untuk membela apa yg menurutku benar, membela mereka yg ngebutuhin bantuan, kayak tmn2ku yg dibully itu. Meski aku hrs belajar lagi untuk lebih berani membela mereka dan memberantas kejadian bullying

    ReplyDelete

  12. Ak pnya tmn prmpuan. Sbut sja,Yasin.ini kjdian 1 thn lalu,wkt ak prtama kali msuk dunia perkuliahan. Ak jrusan Akuntansi di Universitas trnama di Kota ku. Ak blm pnya motor, ak pun jg blm mahir mengendarainya. Jg,motor matic yang pernah ak gunakan utk bljar duu,yaitu milik ibuku. Tp,ibuku jg sering bkrja melnjadi guru SD.Saat ak tnya kpd tmn2ku lwt grup line,ada 2 org yg kosnya dekat dgn rmh kontrakanku. Satunya bernama Merry, n satunya,Yasin. ak tanya Merry lwt chat,mwkah dy jika aku stiap kuliah,ikut berbonceng dgnnya?Tp,dy tdk bsa membonceng orang lain, katanya. Tubuhnya yg kecil tdk bisa seimbang jka hrs membonceng org lain. Lalu aku tnyakan hal ini pd yasin, trnyta dy mau utk slalu jmpt aku n prgi brsma ke kampus. Krn memang, kos dy dkat dgn rmhku. Dsni lah mulai pertemanan kami. Aku berusaha bersikap ramah padanya krn jjur saja aku smpat tdk enak dgnnya. Dy trlihat cuek, judes, tp sbnarnya tdk bgtu. Sktr 2 bln lbih kami brteman dan trus sprti itu. Slalu bonceng d mtrnya setiap msuk kuliah. Namun saat itu, sktr pukul 4.30 ada jdwl matkul d klsku. Dy chat ak d line, akan krmhku jam stngh 5, krn jdwl mlai jam 5. Ini msh jam stngh stngh 4 sore. Tba2 sja, ak bru tau kl persediaan nasi sdh hbs, trpksa ibuku memasak nasi dlu. ak jg sngat lapar n pnya pnykit maag. Handphone aku charger d kamar, lalu 30 menit nya ak mkn sdkit sja agar tdk telat k kampus. Baru sja ak mngmbil nasi, ak ingin mengecek handphone ku dlu, lalu ak liat ada chat dr grup kls ku n chat dr Yasin. ak memilih utk melihat chat dr Yasin yg membuatku agak kaget. Isinya sblmnya , adlh ;
    3.25; Tya : sin, tunggu sbntr aja ya, ak msh nunggu nasi mateng. Baru masak nasi nih, hbs nasi ku.
    3.26; Yasin : ok. Cpt.
    3.55; Yasin : Tya, ktnya Korti, dimajuin jdwalnya jd jam stngh 5... Dah slsai? Ak mw brgkt ne.
    4.10; Tya : kok bsa?? Tp tngguin aj bntr aja ini mau mkn...
    4.21; yasin : aku dluan k kmpus ya. Maaf ya, tp dosen ny jam stngh 5 mlai ktnya.
    Aku hening, mata ku trbendung. Ak cek lg chat grup n trnyta bnar. Ak brgegas mkn. Dan blg hal ini kpda ortuku. Dan ibukku brkata "kok gitu tmnmu. Hrsnya kan nunggu sbntr aja, jugaan dket." lalu ak hnya trdiam sja. Bpkku yg mngntrku k kmpus. Ini sdh pkul 4.35. Sprtinya ak akan trlmbt. Ak brgegas lari bgtu smpa parkiran kmpus. Ak lari k lntai dua. Dan dsna ak cm melihat bbrpa tmnku sktr 11 org dan dosenku yg sntai memainkan handphone nya. Ada Yasin jg yg sdg mngobrol dgn tmn2nya. Ntah lah, aku tdk d sapa nya. Tp memng sprti itu orgnya. Ntah siapa yg salah, ak merasa tdk pnting sama skli... Dy meninggalkanku n lbh memilih dluan prgi k kmpus drpd hrs menungguku. Jka ak jd dy, mgkin ak akan menunggu ny jka k kmpus wlaupun akan telat tp telat brsma itu lbh mnyenangkan. Tp dy brbeda, dan smnjak itu ak dan dy tdk prnh brbicara lg. Trkhir ak n dy chat stlh kjdian itu ak mnta maaf kpdanya lwt chat line.
    Tya : Sin, ak mnta maaf kl ak salah..
    Yasin : lain x jgn hrgai org lain.
    aku membaca ulang kata2nya yg membwtku sdkit trsinggung n tdk mngrti. Apa mksdnya? Hrsnya ak yg mrh dgn nya krn dy meninggalkanku. Tp ak sadar, slama ini dy tdk bnar2 thulus ingin mnjdi tmnku.. Stlh lbur kenaikan semester, kls pun di rolling lg, ak dan dy tdk sekelas lg. Ak skrg sdh bsa membw mtr k kmpus sndiri, bhkan jka ak brtemu dgnnya d kmpus, dy tdk mnyapa atau pun tranyum pdaku. Sprti bysa, cuek seakan tdk mngenalku. Dr sni, ak bljr bhwa sngat sulit utk mncari tmn sejati, yg bsa menerima smua kekurangan kita, slalu thulus menolong, dan setia kawan. Ak jg k dpnnya slalu brhati2 utk brsikap mnghargai kpda tmn2ku yg sdh brbuat baik padaku.

    Nama : Tya
    Twitter : @GirlsTya18

    ReplyDelete