Genflix: Solusi Menikmati Film Indonesia

11:34:00 PM


Aku bukan penggila sejarah, tapi ada ketertarikan tersendiri saat membicarakan bagaimana patung-patung di Ibukota bisa terlahir. Tangan siapa yang rela panas dan dingin mengukirnya hingga dapat berdiri kokoh. Sebutlah aku penyuka sejarah karbitan, tapi apa pun itu, tidak mengurangi hasratku mempelajarinya.

Pernah kudengar sebuah cerita tentang film berjudul Adriana (2013). Dibintangi oleh Adipati Dolken, Eva Celia, dan Kevin Julio, film ini berlatarkan drama cinta segitiga. Pertemuan tanpa sengaja Mamen (Adipati Dolken) dengan Adriana di lift Perpustakaan Nasional justru membuka babak baru. Adriana memang menerima ajakan pertemuan selanjutnya, tapi ia mengajukan syarat; Mamen harus bisa menemukan jawaban dari teka-teki yang diberikan Adriana. Jawaban itulah yang kemudian menjadi penunjuk waktu dan tempat pertemuan mereka.

Demi memecahkan teka-teki dari Adriana, Mamen mengitari Ibukota bersama sahabatnya yang menyukai sejarah, Sobar (Kevin Julio). Akan tetapi, semua semakin runyam karena adanya orang ketika dan teka-teki entah dari siapa, didapatkan oleh Adriana. Cinta terpendam, larut dalam perjalanan ketiganya mengulik tentang Soekarno, Muhammad Hatta, dan Adriana van den Bosch. Satu hal yang membuatku ingin menonton film ini adalah caranya mengemas kisah dalam teka-teki sejarah. 

“Jika karpet itu berganti lima kali, aku akan menjumpaimu di tempat dua ular saling berlilitan pada tongkatnya, saat Proklamasi dibacakan.”

“Harinya adalah tiga hari setelah Fatahillah mengusir Portugis dari Pelabuhan Sunda Kelapa. Masanya sampai pada Perang Diponegoro. Namun, orang-orang merana itu tahu, saat mati, jasad mereka akan merana terkubur jauh dari tanah tumpah darah mereka sendiri. Aku yang menunggumu adalah Adriana, pada mimpinya yang tak pernah mati.”

Begitulah kata-kata yang terlontar dari bibir Mamen (Adipati Dolken) dan Adriana (Eva Celia). Mungkin, untukmu yang benar-benar alergi mendengar sesuatu berbau sejarah, ini pasti bukanlah apa-apa. Sementara aku, belum sempat menontonnya di bioskop karena bahkan, sewaktu tayang pun, aku tidak tahu menahu mengenai film itu. Hingga di 2015, aku melihat review-nya di internet.

Ingin menonton, tapi sudah tidak tayang. Jangan harap membeli bajakannya karena kurasa pun, si penjaja DVD merasa asing dengan judulnya.

2016, tahun di mana semua serba online. Video on demand sudah menjadi "barang" yang biasa. Nonton liga Inggris pun, tak perlu lagi menunggu hingga sampai di rumah untuk menyetel televisi. Selama ada kuota ataupun terhubung wi-fi, berbagai keterbatasan bisa teratasi.

Ketika aku menjadi peserta Roadblog 10 Cities Mei 2016 lalu, di sanalah aku mengenal Genflix yang melabeli diri mereka sebagai The First OTT Platform in Indonesia. Genflix adalah layanan premium video streaming, yang terdiri dari Live Channel dan Video On Demand. Genflix menyajikan tayangan premium secara live untuk liga sepakbola dunia (Liga Inggris, Liga Spanyol, Serie A Italia, Piala Champions, dll) juga ribuan jam film pilihan serta top series dari berbagai negara.

Diiming-imingi harga terjangkau, sebagai perempuan, aku begitu antusias. Tersedia paket harian, mingguan, bulanan, mulai dari Rp 2.000,-. Bahkan, harga sebatang rokok pun dapat lebih mahal dari itu. Aku mencoba peruntungan, barangkali ada film yang aku suka ditayangkan di sana.

Dan aku menemukannya...


Tanpa pikir panjang, aku menghabiskan waktu hampir dua jam untuk menontonnya. Videonya tersedia dalam berbagai kualitas. Aku bisa memilih HD, meskipun itu membuat proses buffering menjadi lebih lama. Tak apa, asal wajah Eva Celia terlihat lebih jelas.


Kudengar-dengar, memang salah satu unggulan Genflix adalah menjunjung tinggi karya anak bangsa. Aku hanya bisa menawarkan sekeping doa, agar Genflix bisa menyediakan film-film Indonesia yang berkualitas di samping konten-konten hiburan.

Dari segi tampilan, Genflix menawarkan konten yang sedang tren dalam menu Trending Now. Meskipun belum ada kategori setiap konten, kupikir, Genflix akan tetap berjaya dengan segmentasinya sendiri. Aku bisa membukanya baik via aplikasi Genflix di Playstore maupun dekstop PC. Genflix punya keunggulan dengan adaptive player-nya yang otomatis menyesuaikan dengan kemampuan jaringan kita pada saat itu.

Meskipun yang kucari adalah film-film Indonesia, Genflix juga punya ragam film Hollywood di kanalnya, lho! Yang pasti, buatku Genflix adalah solusi menikmati film Indonesia yang sudah tidak tayang. Dengan Genflix, aku menjadi pribadi yang belajar menghindari pembajakan, melakukan sesuatu yang merugikan anak bangsaku sendiri.

You Might Also Like

3 comments

Comments
3 Comments
  1. Wah Genflix ya, ada hubungannya sama Netflix yang itu gak kak?

    ReplyDelete
  2. hiii mampir yaaa phugaword.blogspot.com

    ReplyDelete
  3. aku pernah pake app-nya, genflix filmnya kurang update

    ReplyDelete