10 Harapan Setelah Ramadhan

1:18:00 AM

Kupandang lagi sebuah notifikasi dari Kak Mollyta (08 Juni 2016) di beranda social media. 10 harapan setelah Ramadhan, begitu judul tantangan yang kubaca. Di saat pikiranku tidak fokus, sungguh, rasanya seperti ingin berbaring saja. Ada hasrat untuk turut menuliskannya, tapi untuk merapikan meja kerja saja pun, aku tak punya cukup waktu.

Tidak, aku bukan perempuan aktif dengan segudang kegiatan yang memang sudah ada begitu saja. Kau boleh menyebut ini sebagai upayaku melepaskan beban di kepala.
Mengakhiri rasa suka untuk seseorang tidak sesederhana mengucapkan selamat tinggal; apa pun yang kau katakan, perasaan yang ada tidak akan pergi hanya karena kau menginginkannya. - Tomodachi, Winna Efendi
Pikiranku melambung pada perkataan Papa selepas buka puasa. "Berharap itu temannya kecewa. Kalau mau mendapatkan sesuatu, lakukan ketika memang mampu," tutur beliau. Mungkin Papa lupa, bahwa putri bungsunya ini senang bermain dengan luka dan kecewa, sehingga aku pun memantapkan hati untuk ikut menuliskan 10 harapan setelah Ramadan.

#1 Nikmat umur dan kesehatan

Bagaimana mungkin aku berharap macam-macam jika dua hal ini tak kumiliki di kemudian hari?

#2 Semakin mudah mengakui dan menerima kelemahanku sendiri

Jujur saja, aku tidak suka terlihat bodoh. Sampai aku tidak bisa menjawab satu pertanyaan: "Di mana dia?"

Jika ini adalah Ujian Nasional, pastilah itu pertanyaan yang kusuka. Sebab saat bisa menjawabnya, aku menjadi orang yang paling tahu tentang dia. Setidaknya untuk saat itu. Namun sekarang, aku adalah anak terbodoh di kelas. Tidak lulus ujian. Bahkan, pintu menuju ujian ulangan atau Paket C pun hampir tertutup rapat.

#3 Istiqamah dan menjadi pribadi yang bermanfaat

Kalau kamu bertanya, apa tujuan hidupku sekarang, aku hanya bisa menjawab, "Memberi manfaat dan kebahagiaan bagi orang lain." Sebab setelah direnungi lagi, aku tidak memiliki apa pun di dunia ini, termasuk diriku sendiri. Semoga kamu mengerti.


#4 Menyelesaikan studi dengan segera

Meski langkahku tersendat-sendat, aku percaya, aku bisa.
Fa-inna ma'al 'usti yusran Karena sesungguhnya, sesudah kesulitan itu ada kemudahan.(QS. Al-Insyirah:5)

#5 Melanjutkan studi ke Pulau Jawa

Jujur saja, untuk beberapa hal, berlama-lama di kota kelahiranku ini cukup menyesakkan dada.


#6 Mengabulkan cita-cita Mama yang terlanjur melekat pada diri

Mau tidak mau, suka tidak suka, akan kujalani karena aku lebih mencintai Mama dibandingkan impianku sendiri. Dengan sekerat doanya, ada kekuatan yang selalu ia kirimkan kepadaku setiap saat.

#7 Mahir berbahasa Indonesia dan..., Inggris tentunya

Aku tidak pandai bersolek pun bersikap manis. Aku juga tidak pintar bermain musik atau mengkode program. Aku hanya ahli menanamkan hasrat yang kuat pada apa yang aku mau. Dua bahasa ini kuyakini dapat membuatku melangkah maju.

#8 Bertemu dengan sahabat lama

Di sini, aku terlatih untuk kian introvert.


#9 Makan cuanki di Balai Kota Bandung

Ada yang bilang, cuanki itu kependekan dari "cari uang jajan kaki". Biasa berisi bakso, siomay, tahu, dan sejenis cakue. Aku selalu dibuat bingung dengan harganya yang benar-benar murah.

Cuanki enak lima ribuan (source: tokopedia.com)

#10 Ranca Upas, The Lodge, Curug Maribaya, Stone Garden, Puncak Jayagiri, tunggu aku, ya

Tidur di hammock yang terpasang dengan seutas tali sambil menikmati hawa Puncak Jayagiri. Melihat lagi betapa kecilnya aku sebagai manusia dibandingkan dengan segala yang diciptakan di Bumi.

Spot di The Lodge, Maribaya (source: infobdg.tumblr.com)
Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu wa’alaihi wa sallam bersabda, “Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. At-Tirmidzi).
Tidak ada yang perlu kurisaukan dari memiliki harapan. Bila memang diberi jalan, semoga aku tidak lupa bersyukur. Dan bila memang belum dikabulkan, semoga aku tidak lupa bersyukur.

Jika diibaratkan kebaikan, tulisan ini tidak boleh berhenti di sini saja. Aku ingin mengajak Bang Din Afriansyah (dinneno.my.id) dan Ridsal (www.yahfinblog.com) menuliskan 10 harapan setelah Ramadan di blog mereka.

Berikut peraturannya:
1. Post banner "Blog M Keroyokan 10 Harapan setelah Ramadhan" di medsos, sekaligus tag 2 teman yang ingin kamu tantang.
2. Di blog tuliskan tanggal berapa kamu mendapat tantangan.
3. Deadline tulisan 3 hari dari tanggal di beri tantangan.
4. WAJIB: men-tag link tulisan ke Blog M (bisa melalui IG atau FB)
5. WAJIB: memasukkan banner "Blog M Keroyokan" ke dalam tulisan blog masing-masing.
6. Jika terlambat menyelesaikan tantangan, di wajibkan menyumbang apapun (bisa dalam bentuk barang atau uang) ke pihak yang membutuhkan.


You Might Also Like

16 comments

Comments
16 Comments
  1. Wop...ada yang udah tak tahan di Medan ini.😁 Suka sekali cara penuturannya Funny. Semoga sehat2 selalu Funny😄

    ReplyDelete
  2. Kalo aku kangen sama mie yamien di daerah Dago atas, lupa nama tempatnya Fun. Pokoknya bisa menikmati rasa mie plus hamparan pemandangan kece deh.. hehehe :D. Ke Bandung yiuuk ;).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dago Pakar palingan kalo mie yamien yang terkenal itu WALE alias Warung Lela hehehe. Ayoook Kak. xD

      Delete
  3. wahaha, jawa memang bikin nyaman buat orang yang yang terus bergerak ya kak, karena sekelilingnya juga begitu :D

    Ranca Upas, The Lodge, Curug Maribaya, Stone Garden, Puncak Jayagiri, <-- ikut dong, hammock doraemon iyah belum terpakai dengan maksimal

    ReplyDelete
  4. Asseekkk, Mbak. Iya, nih. Jadi sadar kalau nikmat Allah itu sangat banyak. Siapa yang tahu waktu kita di bumi.
    Semoga impian-impiannya terwujud, mbak. Aamiin

    ReplyDelete
  5. Mau japri, tapi komen aja la :v

    Eh iya, di Medan ada satu tempat yang jual cuanki, kak

    ReplyDelete
  6. Mengesankan!

    Sukses slalu funny ! :)

    ReplyDelete
  7. ada yang kehilangan seseorang nih kayaknya sampai sampai ruangan kelasnya pun gak tau dimana...hahhaha semoga cepat ketemu sama temannya yah fun..

    ReplyDelete
  8. rasa-rasanya, ada nestapa yang tersembunyi di tiap aksara. ah, aku ini sedang bicara apa, barangkali efek menunggu buka puasa kali ya :D

    tetap berbahagia, Funny :)

    ReplyDelete
  9. kok saya fokus ke spotnya ya. hehe semoga bisa kesana

    selalu berbahagia ya mba funy

    ReplyDelete
  10. lanjut kuliah di bandung aja mba...seru pastinya
    saya udah pernah berkunjung ke semua spot di atas,
    btw, masih banyak tempat & kuliner menarik lainnya dari bandung :D

    ReplyDelete
  11. Wuihiii. Sini sini ke Jawa makanya. Bawa makanan tapi ya. *teteup*

    ReplyDelete
  12. Semoga tercapai harapanmu ya :)

    ReplyDelete
  13. apaan itu cuanki, baru tau kalo ada makanan namanya cuanki. jadi pengen nyoba

    ReplyDelete