Bukan Zamannya Lagi Jadi Pelajar Galau di Medsos Karena Lo Bisa Jadi Pelajar Gaul dengan Blog

10:08:00 PM


kenapa-pelajar-harus-blogging

Kita tidak bisa menampik fakta bahwa kini blog telah menjadi sebuah tren. Meskipun sebenarnya bukan “mainan” baru, dewasa ini aktif di dunia blogging bisa menambah value bagi seseorang. Terlepas apa yang dibahas di blog mereka.

Namun, aktivis blog kebanyakan khususnya Indonesia, masih di rentang mahasiswa ke atas. Tak jarang, ibu-ibu beranak tiga pun kian menggandrungi event-event yang mewadahi para blogger. Lalu, ke mana pelajar-pelajar Indonesia menyalurkan idenya?

Umumnya, pelajar mengaku lebih menyukai social media seperti Twitter atau Instagram untuk meng-update apa yang sedang mereka pikirkan. Biarpun bisa dikategorikan microblogging, kebanyakan pelajar lebih sering menggunakan platform-platform ini untuk berkeluh kesah tentang percintaan khas remaja ketimbang berbagi pemikiran yang bermanfaat. Alasan kepraktisan masih menjadi faktor utama.

Bukan Zamannya Lagi Jadi Pelajar Galau di Medsos Karena Lo Bisa Jadi Pelajar Gaul dengan Blog
Salah satu pelajar Indonesia yang terbilang konsisten lewat blog adalah Kevin Anggara. Diawali dengan blog, sekarang Kevin lebih dikenal sebagai seorang vlogger. Kevin juga telah merilis dua bukunya yang laris di pasaran. Belum lagi, baru-baru ini ia membintangi film Ngenest yang membawa namanya semakin populer di dunia entertain. Kesukseksan Kevin adalah buah komitmen dan kekonsistenannya dengan hobi yang ia sukai. Walaupun sudah menjadi mahasiswa di perguruan swasta ternama dan terkenal dengan video-video geek-nya, Kevin tetap meng-update postingan di blog-nya. Ya, meski nggak seaktif dulu, sih.

Seandainya bisa mengulang waktu, gue sendiri pun ingin menjadi pelajar yang nge-blog. Sayangnya, gue udah cukup tua untuk kembali menjadi anak SMA. Gue menyadari, setidaknya ada 5 hal menguntungkan dari blog bagi para pelajar.

1. Refleksi diri

Biasanya, pelajar ngobrol dengan teman-temannya seputar kegiatan, perasaan, ataupun..., orang lain. Sangat jarang terjadi pembicaraan mengenai evaluasi diri. Ada rasa malu atau bahkan takut tidak didengarkan. Dengan blog, pelajar dapat merenungkan apa yang sedang dipikirkan. Terbuka peluang untuk membangun hubungan berkualitas dengan orang-orang di seluruh dunia. Mereka akan memberi kritik, saran, atau apa pun feedback yang bisa membuat kita memperbaiki ide-ide itu sendiri. Blog membuka kesempatan pelajar untuk mengaktualisasi dirinya sendiri.

2. Membuat arsip terbuka

Kebayang nggak, kalau saja kita memiliki blog sejak SMA? Lalu, sampai umur kepala empat pun, kita masih aktif di blog tersebut. Kita bisa melihat perkembangan diri dari masa ke masa. Dengan siapa kita berinteraksi, bagaimana dulu cara kita berkomunikasi, hingga ketertarikan pada suatu hal yang berganti-ganti. Semua akan terekam dalam blog. Akan ada masanya, saat melihat itu semua, kita akan tersenyum mengingat kenangan di baliknya.

3. Bebas berkreasi

Mungkin ada pelajar yang lebih suka meng-cover lagu favoritnya di Soundcloud. Ada juga yang tertarik membuat video durasi 15 detik di Instagram. Ada juga yang hobi membuat sketsa wajah idolanya. Dan beberapa menyukai membuat tulisan puitis 140 karakter di Twitter. Dengan blog, berbagai platform dapat disatukan dalam satu media. Siapapun bisa berkreasi sebebas-bebasnya di sebuah blog. Blog nggak melulu berkutat dengan tulisan, kok!

4. Mengenal diri sendiri

Jangan pernah men-judge seseorang tidak mengenal kita jika kita belum mengenal diri sendiri. Mungkin, apa yang mereka bilang ada benarnya. Hanya saja, mereka lebih dulu menyadari itu. Nah, teman-teman pelajar bisa menggunakan blog sebagai wadah mengenal diri sendiri. Menyalurkan passion, emosi, dan buah pikiran bisa memberi kita cerminan seperti apa diri kita sebenarnya. Ini akan memberi transparasi untuk kita menilai diri sendiri.

5. Peluang melakukan tindakan positif sejak dini

Berbagi apa yang kita ketahui, bisa saja sangat bermanfaat bagi orang lain. Apalagi, jika opini-opini kita memang dapat mengubah pandangan dunia. Misalnya, Medan dikenal sebagai orang-orang yang kasar dalam berbicara. Namun, sangat jarang orang yang mengangkat cerita bahwa orang Medan ramah-ramah. Kalau nyasar di Medan, lo bakal diberi tahu rute yang benar mencari tempat yang dituju. Walaupun nggak harus pelajar yang menyuarakan ini, kalau lebih dini memulai sesuatu yang positif, bukannya lebih baik?

Masih banyak lagi manfaat blog bagi pelajar. Sebenarnya, jika sekolah-sekolah di Indonesia menghimbau siswanya aktif di blog, mungkin guru-guru tidak perlu kerepotan mengenal mereka dan mengawasi perkembangannya. Meski bisa saja yang ditulis adalah sesuatu yang palsu, seiring perkembangannya, pelajar tersebut akan memperlihatkan dirinya yang asli.

Bukan zamannya lagi jadi pelajar galau di medsos yang akhirnya berujung mendapat nyinyiran teman. Yuk, jadi pelajar gaul dengan blog!

You Might Also Like

20 comments

Comments
20 Comments
  1. yuk ngeblog! karena ngeblog itu positif. :D

    @epatyci16

    ReplyDelete
  2. 21 tahun .. tapi "udah cukup tua" :'(

    gimana kami di 25an :-))

    "Sebenarnya, jika sekolah-sekolah di Indonesia menghimbau siswanya aktif di blog, mungkin guru-guru tidak perlu kerepotan mengenal mereka dan mengawasi perkembangannya"

    Well, untuk poin ini cukup banyak yang membahas dan emm, agak pesimis untuk sekarang ini.
    Karena, pengajar sekarang kan kebanyakan dalah alumni generasi Y yang masih kurang peka (atau lambat) dengan teknologi yang makin berkembang.

    beliau-beliau nampaknya lebih memilih untuk menggunakan metode manual deh.

    emm... kecuali kalo sekolahnya memang sudah membahas banyak tentang TIK

    ReplyDelete
  3. idem di ats saya.
    21 tahun .. tapi "udah cukup tua" :'(

    gimana kami di 25an :-))

    Salah fokus sama fotonya di atas, bening bangget --kacamatanya-- :D

    Saya setuju dengan 5 point yang telah dipaparkan itu hehe

    @adibriza

    ReplyDelete
  4. yang kedua berarti nostalgia ya?
    @guru5seni8
    http://hatidanpikiranjernih.blogspot.com

    ReplyDelete
  5. marah sebel dan benci ya sama yang curhat di sosmed ampe dilarang. padahal Rasulullah dulu suka dengar curhat loh. padahal dengan dengar curhat kita bisa mengambil hikmah, abersyukur karena keadaan lebih baik bahkan kalo bijak kita bisa kasi solusi dan semangat loh

    ReplyDelete
  6. Wah.. Maka dari itu, saatnya memulai untuk ngeblog..

    ReplyDelete
  7. sayangnya gak ada pintu ajaib doraemon buat kembali di masa SMA hihi. ihihi . setuju tuh sama bebas berkreasi, apalagi para pelajar sekarang kreatif-kreatif, bikin meme comic lah, inilah itulah, bahkan sampe bikin alat-alat canggih. kalau dibagi ke blog kan bisa menambah pengetahuan yang blogwalking.

    @gemaulani

    ReplyDelete
  8. Aihh Kakak Funy terima kasih ya masukannya buat aku yang masih sma dan suka galau ini...... #kaburrrr hihihihi

    ReplyDelete
  9. Jadi keinget, pertama bikin blog waktu SMP di pelajaran komputer dan sampe sekarang, blognya nggak ganti. Ya emang di sekolah juga diajarin sih, cuma ga diajarin aja apa manfaatnya punya blog, jadi ngga banyak yang lanjut. Sayang sih..

    ReplyDelete
  10. blog gua udah lama die sih hehe, ini baru mau gerakin lagi berhubung nganggur hehe
    abs baca agak sedikit termotipasi sih buat nulis lg tp gak tau deh kedepan gmn hehe bismillah aja.
    thx nice post

    ReplyDelete
  11. Kevin Anggara! Kalo ngeblog mah galaunya produktif, bisa dibikin cerpen, kirim ke komunitas cerpen. banyak pembaca.

    @umimarfa

    ReplyDelete
  12. kayaknya ini judul terpanjang dari postingan kakak ya kak? hahaha dan kenapa harus blink yang jadi fotonya, emang mereka ngeblog? hidih :p

    ReplyDelete
  13. Gw kenal blog dulu sekali setelah baca kambing jantannya raditya dika, jaman masih cupu di SMA 70 dia, ehhh skrng wis jadi artessss. Gw ngeblog dah lama kali tapi kok gak ngartis-ngartis juga yah? Hahahahaha

    ReplyDelete
  14. Heyy you promise me to come again to my blog, but until now you never come back. Hikssss

    ReplyDelete
  15. Huaa aku setujuuu seandainya dulu pas sma aku lebih aktif ngeblog hihi.
    Btw sebenernya dari dulu aku suka ngeblog, tapi aku lebih suka kalau ada foto fotonya di postingan. Sayangnya aku mah dulu gaada kamera, maupun kamera hp. Jadi ya gitu jadi jarang ngepost di blog *eh jadi curhat

    Btw salam kenal ^^

    ReplyDelete
  16. Seandainya saya udah ngeblog sejak SD, mungkin saya udah punya ribuan arsip terbuka. Baca arsip postingan facebook saja saya sudah geli rasanya. Konon lagi membaca postingan blog dari SD.
    Sayangnya dulu SD belum kenal sama internet :|

    ReplyDelete
  17. Aiiihh ada si Blink ! Kira-kira mereka pada galau atau gaul yak? :D

    ReplyDelete
  18. Saya juga blogger. Masih baru sih... Saya baru mulai akhir2 ini..tulisan saya di blog aja masih 30-an (baru dikit, kan?) Tapi, saya sangat menyukai hal itu. I want to keep blogging, to share everything i wanna share to people.. Salam kenal, saya milahasan10.blogspot.com

    ReplyDelete
  19. Daku menyesal mulai ngeblog sejak minggu lalu, daku menyesall

    ReplyDelete
  20. Setuju, kak! Gue suka heran kenapa anak-anak zaman sekarang lebih suka bergalau-ria di sosial media yang padahal galaunya mereka itu tidak memberi apapun untuk mereka. Daripada galau dan diketawain orang-orang, mending ngegalau di blog, dong. Galaunya tadi bisa dijadiin sebuah karya yang dapat menguntungkan si pemilik yang sedang galau tadi. Feedback dan dorongan semangat dari teman-teman sesama blogger jauh lebih berarti daripada galau dan diliatin banyak orang tanpa ada yang memberi solusi.

    ReplyDelete