HOPE: Hold On, Pain Ends

10:16:00 PM


Aku Mia, seorang pemimpi. Aku percaya setiap mimpi bisa jadi nyata.

Mia, 23 tahun, bercita-cita ingin membuat sebuah pertunjukan teater. Sayangnya, angannya mesti terhambat karena kanker yang didapnya, mimpi buruk yang juga menyerang sang ibu hingga tergeletak tak bernyawa.

Boleh dibilang, Mia berasal dari keluarga yang serba berkecukupan. Namun, ia harus menelan asam garam hidup ala kadarnya sebab biaya yang dikeluarkan untuk mengobati ibunya dulu tidaklah sedikit. Dengan vonis dokter yang menyatakan bahwa Mia mengidap kanker, memori pahit yang pernah melanda keluarganya pun kembali menyeruak. Mia berpikir bahwa ayahnya akan bersedih lagi dan keadaan ekonomi keluarga akan semakin memburuk. Dan artinya, Mia akan semakin jauh dari impiannya.


Di tengah-tengah kekacauan dalam hidupnya, Mia selalu ditemani oleh perempuan bernuansa pelangi bernama Maia—saudarinya sendiri. Sang ayah dan Maia kerap menjaga stabilnya kondisi Mia. Setiap saat, Maia selalu berhasil memberi energi positif bagi Mia. Bahkan, ia adalah salah satu faktor Mia menjadi tegar untuk berjuang menghadapi berbagai proses pengobatan dan kemoterapi yang melelahkan.


Suatu hari, Mia memutuskan untuk mengunjungi sebuah production house. Ia berambisi untuk mengirimkan naskah impiannya kepada seorang produser ternama. Namun, nasib baik belum berpihak kepadanya. Sesampainya ia di sana, produser tersebut tidak ada. Mia pun melangkah pulang dengan kekecewaan, sebelum ia menemukan sebuah pertunjukan kecil.

Ketika sedang asyik menyaksikan pertunjukan itu, tatapan Mia terpaut pada seorang aktor tampan. Meskipun ini kali pertama Mia bertemu dengannya, pria tersebut seakan punya magnet yang memikat dan membuat aliran darahnya tak normal. Saat Mia beranjak pergi karena pertunjukan telah usai, takdir kembali mempertemukan ia dengan aktor tersebut. Di sinilah awal perkenalan mereka. Aktor tampan itu bernama David.



Mia pun menjalin komunikasi dengan David. Siapa sangka, David memberinya secercah harapan. Dengan senang hati, ia mau membantu Mia untuk menyerahkan langsung naskah miliknya kepada sang produser. Dan ternyata, usaha mereka berbuah manis, sang produser mau membantu Mia mewujudkan impiannya.


Semangatnya yang gigih, juga dukungan yang kuat dari David dan Maia, membuat Mia terus mendorong dirinya. Sampai tiba saat di mana ia tak mampu lagi mendobrak keterbatasannya. Mia harus terbaring di ranjang pesakitan karena fisiknya yang melemah akibat terlalu memporsir diri selama mempersiapkan pertunjukan.

Tentu saja, ini adalah hal yang begitu pahit bagi Mia. Ia harus kembali menjalani berbagai metode perawatan, termasuk operasi pengangkatan sel kanker. Marah, kecewa, takut..., ah, entahlah. Berbagai rasa campur aduk di benaknya, membuat ia kian frustasi.

Maia selalu berusaha menguatkan hati Mia. Keteguhan itu membuat Mia tersadar dan mau untuk memperjuangkan hidup. Maia mengajaknya untuk menyelesaikan apa yang telah mereka mulai.

Akankah pertunjukan itu terlaksana? Bisakah Mia melawan penyakit yang dulu merenggut nyawa ibunya? Apakah jalan yang akan ia pilih selanjutnya?


__________________________________________________________________________________________________






Sepenggal sinopsis film Indonesia yang akan tayang 18 Februari 2016 mendatang, berjudul I am Hope. Berlatar belakang tentang seorang pejuang kanker, film ini diproduseri oleh Wulan Guritno, Amanda Soekasah, dan Janna Soekasah-Joesoef yang juga penggagas dari gerakan Gelang Harapan (Bracelet of Hope). Film I amHope sendiri adalah salah satu dari rangkaian project gerakan Gelang Harapan.


Gerakan ini awalnya hanyalah wujud rasa care dan solidaritas kepada teman-teman pejuang kanker. Dulunya, gerakan ini bernama NINA (Never Ignore, Never Alone). Dimulai dengan membuat 25 gelang dari sisa kain desainer senior Ghea Panggabean, yaitu Kain Pelangi Jumputan dan dibeli oleh teman-teman terdekat. Hasil penjualan gelang tersebut disumbangkan kepada para pasien kanker. Melihat apresiasi positif dari masyarakat, ketiga penggagas ini pun berhasil membawa #BraceletofHope menjadi sebuah harapan besar.

Ribuan orang telah bergabung menjadi Warriors of Hope (Pejuang Harapan) dengan mendonasikan sebagian rezeki mereka melalui pembelian gelang harapan. Lewat aksesoris yang tampak fun dan hip ini, diharapkan dapat membangkitkan budaya sharing and giving to others. Ide yang sederhana, tapi begitu dalam maknanya bila kita telusuri.

Dengan semakin viralnya gerakan Gelang Harapan, tentunya akan bertambah pula area penyebaran “harapan”. Jika mulanya khusus membantu pasien kanker yang tidak mampu dan keluarganya di seluruh Indonesia, siapa tau tahun-tahun mendatang, mereka bisa menyebarkan “harapan” di segala aspek dalam kehidupan, kan?

Gerakan Gelang Harapan memang berkomitmen untuk terus melakukan aktivasi penggalangan dana dalam bentuk care entertainment. Yayasan Dunia Kasih Harapan & Alkimia Production bekerja sama dengan Berlian Entertainment & Media Carita Digital (www.uplek.com) dalam mempromosikan
segala hal yang terkait dengan film I am Hope dan penyebaran
harapan.


Based on true story, besar harapan gue I am Hope sukses di pasar perfilman Indonesia. For sure, I’m sooo excited, I can’t wait to watch this film! Selain ingin mendukung perfilman Indonesia, lewat film produksi Alkimia Production ini pun kita dapat berdonasi. Sebab sebagian keuntungannya akan disumbangkan kepada para cancer suvivor.

Selain bertabur aktor gemilang seperti Tio Pakusadewo, Ray Sahetapy, dan Aryo Wahab, salah satu pengisi soundtrack film ini adalah RAN. Berkontribusi melalui lagu “Nyanyian Harapan”, tentu saja menjadi kebanggaan tersendiri bagi ketiga personilnya. Oh ya, lewat film ini, pastinya kita juga dapat lebih teredukasi mengenai kanker. Tentunya, sangat cocok untuk ditonton bersama keluarga, sahabat, maupun pasangan.



__________________________________________________________________________________________________
Teaser film I am Hope ini, nggak banyak memberi gue bayangan ending­-nya seperti apa. Tapi, kalo boleh menebak-nebak, gue pikir sih, Mia akan tetap hidup. Setelah berhasil berjuang melawan kankernya, Mia dan pertunjukan teaternya bakal sukses. Ia pun dikenal banyak orang sebab karyanya yang berkualitas.




Mia pun turut menyebarkan harapan seperti apa yang telah Maia dan sang ibunda lakukan kepadanya. Maia telah menjadi wanita bernuansa pelangi dalam hidupnya, di mana pelangi menggambarkan sebuah harapan. Mia juga teringat dengan pesan sekaligus pemberian ibunya sewaktu kecil, jika ia merasa takut, pakailah gelang harapan.


Mia tidak ingin semangat dan harapan itu berhenti pada dirinya. Ia pun memiliki misi untuk berbagi harapan dengan gelang harapan, Bracelet of Hope. Dan selanjutnya, gue pikir Mia akan merangkul banyak Wariors of Hope. Sosok Mia sebagai simbol pejuang harapan dapat membangkitkan gairah hidup sesama penderita kanker. Karena ia percaya, seseorang bisa semakin tergugah hatinya, bila ada yang menguatkan.

Sebenarnya, melihat perjuangan sebuah keluarga dalam menghadapi penyakit mematikan bernama kanker ini bukanlah sesuatu yang baru buat gue. Iya, gue punya seorang sahabat perempuan di mana ibunya mengidap kanker payudara. Sahabat gue bernama Cynthia. Sebagai anak sulung, ia menjadi figur “kepala rumah tangga” karena memang, sang ibu adalah seorang single fighter mom.

Februari 2014, ibunya divonis mengidap kanker payudara stadium empat. Kedua payudaranya terjangkit sel kanker. Pola hidup yang tidak teratur, mudah stres, dan tinggal di lingkungan perokok digadang-gadang sebagai penyebabnya.

Berbagai prosedur pengecekan kembali dilakukan untuk memastikan jenis kanker yang terdeteksi. Operasi pertama Oktober 2014, operasi kecil untuk mengambil contoh daging yang terkena sel kanker, lalu diidentifikasi jenis kankernya. Kemudian, Februari 2015 dilakukan pengangkatan payudara sebelah kanan. Dilanjut pada bulan Juni 2015, payudara sebelah kiri pun diangkat. Biaya tentu menjadi kendala dengan kondisi perekonomian keluarga yang sederhana serta tanpa sosok seorang ayah.

Emosi dan dukungan dari orang sekitar sangat mempengaruhi keadaan pasien,” tutur Cynthia sewaktu gue menanyakan perihal ibunya. Hal yang tak kalah menyakitkan bagi Chyntia adalah kemoterapi dan terapi sinar menjadi pengobatan lanjutan yang harus dijalani sang ibu. Belum lagi, obat yang wajib diminum seumur hidup. Menguras biaya, tenaga, dan pikiran. Lelah hingga ingin menyerah, tapi itulah jalan yang harus ditempuh demi bertahan hidup.


Selain ibunda Cynthia, gue mendapat pelajaran manis dari sahabat masa kecil gue yang harus tutup usia akhir tahun lalu karena menderita kanker darah. Semasa hidupnya, Amel adalah gadis ceria dan kuat. Saat tiba masanya skripsi, Amel sering sakit-sakitan. Dianggap kelelahan, gejala tifus pun menjadi alasan. Hingga menjelang waktunya wisuda, kedua orangtuanya baru mengetahui bahwa sel kanker menjalar dalam tubuhnya.

Terlambat, mungkin itu yang dikatakan dokter. Namun, tak sekalipun Amel menyerah. Bukan, bukan menggantung asa untuk hidup lebih lama. Tau apa yang ia bisikkan kepada ibunya?

Kalau aku pergi, sudahkah hidupku bermakna buat Mamak?

Hati sang ibu remuk seketika, melihat putri kesayangannya begitu damai menghadapi ujian yang melanda.

Mereka rela berperang menahan rasa sakit karena satu alasan, yaitu harapan. Harapan untuk lebih lama tersenyum bersama orang-orang terkasih. Harapan untuk dapat menghirup oksigen selanjutnya. Harapan untuk tetap hidup lewat pengharapan, meskipun tubuh telah mati.

Siapa saja punya kemungkinan terjangkit penyakit mematikan bernama kanker. Ia bukanlah sekadar penyakit genetik. Pola makan sekalipun, bisa saja menjerumuskan salah satu di antara kita. Atau memang, katakanlah itu takdir. Namun, haruskah menyerah? Jika harapan itu ada dan memang ada, hope told me to tell you to not give up, to hold on as all pain comes to an end.

Harapan adalah mentari yang terus bersinar meski awan gelap menutupi. Harapan adalah pelangi setelah hujan. Harapan adalah mimpi yang tak pernah tidur.

Harapan mereka adalah aksi nyata kita. Tunjukkan aksi nyata lo dengan turut menonton film ini di bioskop mulai tanggal 18 Februari 2016. Cek trailer-nya di bawah sini!



PRE SALE @IAmHopeTheMovie yang akan tayang di bioskop mulai 18 februari 2016. Dapatkan @GelangHarapan special edition #IAmHope hanya dengan membeli pre sale ini seharga Rp.150.000,- (untuk 1 gelang & 1 tiket menonton) di http://bit.ly/iamhoperk. Dari #BraceletOfHope 100% & sebagian dari profit film akan disumbangkan untuk yayasan & penderita kanker sekaligus membantu kami membangun rumah singgah.


Follow Twitter @Gelangharapan dan @Iamhopethemovie
Follow Instagram @Gelangharapan dan @iamhopethemovie
Follow Twitter @infouplek dan Instagram @Uplekpedia
#GelangHarapan #IamHOPETheMovie #BraceletofHOPE 
#WarriorOfHOPE #OneMillionHOPE #SpreadHope

You Might Also Like

18 comments

Comments
18 Comments
  1. Mia nama itu tak asing bagi ku. pikiranpun langsung terfokus pada pacar teman yg cantik. ckckckc

    teringat juga dgn seorang cewek disaat duduk pada sekolah dasar. mia cew yg aku bully. hufff betapa jahatnya aku

    ReplyDelete
  2. Pingin nonton juga ah filmnya, kayaknya ceritanya okeh ;).

    ReplyDelete
  3. Udah liat trailernya kayaknya bagus ya

    ReplyDelete
  4. Harapan yang disebar selalu menarik ya. Goodluck untuk artikelnya! \(w)/

    ReplyDelete
  5. Kalau film kayak gini saya takut nonton di bioskop. Takut nangis

    ReplyDelete
  6. widihhh, jd gak sabar nonton filmnya.

    ReplyDelete
  7. Kalau udah baca reviewnya kaya gini, bawaannya jadi pengen langsung nonton. Gak sabar nunggu 18 Februari 2016. I am Hope

    ReplyDelete
  8. Gak sabar nunggu film ini diputar deh. ^^

    ReplyDelete
  9. Bakal keren nih film nya, banyak pelajaran yang bisa diambil

    ReplyDelete
  10. Kayaknya seru untuk di tonton nih.

    @RahmatSPL

    ReplyDelete
  11. Dari review yang dibaca sih, Nikmal kira skenario-nya rada mainstream, tapi sepertinya pesan dan adegan yang dipaparkan yang bakal bisa menutup kelemahan skenario itu.

    ReplyDelete
  12. Gak sabar menunggu ini film ditayangkan di bioskop, heheh.

    ReplyDelete
  13. Harapan akan selalu ada bagi orang yang terus mencari nya seperti Mia yang terus berjuang untuk mimpi-mimpi nya

    dan jadi lah seperti Maia yang selalu membagikan energi positif kenapa orang lain agar selalu berjuang untuk mewujudkan Haparan nya

    film ini wajib di tonton untuk orang yang merasa harapan nya sudah tidak ada, karena film ini menunjukan perjuangan seseorang yang sudah hampir kehilangan harapan tapi tetap berusaha mewujudkan mimpi tersebut.

    Thx atas rekomendasi film nya.

    ReplyDelete
  14. Semoga bisa nonton juga nanti.

    Anyway salam utk Cynthia dan Ibunya, harapan slalu ada utk mereka yg terus punya semangat utk berjuang, Aamiin.. be strong yaah, Tante :)

    ReplyDelete
  15. dari sinopsisnya, filmnya bakalan menarik nih,, kisah yang mengharukan pastinya.

    ReplyDelete
  16. dari sinopsis ceritanya bagus, jadi ga sabar pengen nonton filmnya

    ReplyDelete