Cara Tepat Mengakhiri 2015 Sebelum Memulai 2016

4:09:00 PM


Bagi umat Kristiani, akhir tahun adalah saat-saat yang indah untuk dihabiskan bersama keluarga. Yap, perayaan Natal dan Tahun Baru 2016 akan segera tiba. Bagi pelajar dan mahasiswa, ini adalah waktunya libur sekolah. Umumnya, kegiatan belajar-mengajar akan diliburkan kurang lebih selama dua minggu. Betapa gembira mereka yang sudah punya planning untuk berlibur, ya!

Sebenarnya, kita nggak harus menghabiskan akhir tahun hanya dengan bersenang-senang. Banyak hal-hal yang bisa kita pikirkan dan lakukan untuk mengakhiri 2015 sebelum memulai 2016. Adakah di antara kita yang menetapkan berbagai resolusi di akhir tahun 2014 lalu? Bagaimana? Apakah sudah dilakukan? Atau mungkin, resolusi itu terlupakan seiring berjalannya waktu?

Semua orang punya caranya masing-masing dalam menutup tahun ini, lalu membuka tahun yang baru. Sebagai refleksi diri—buat gue—inilah cara tepat mengakhiri 2015 sebelum memulai 2016.

1. Melirik kembali resolusi tahun sebelumnya

Apakah kalian termasuk orang-orang yang suka membuat daftar resolusi?

Kalau jawabannya ya, lihat lagi to-do-list yang telah ditetapkan sendiri. Adakah yang terlewatkan? Coba review alasan apa yang membuat resolusimu belum terwujud. Misalnya, salah satu resolusi akhir tahun 2014 gue adalah pengin menurunkan berat badan dan punya gaya hidup yang lebih sehat. Di awal tahun 2015, gue rajin nge-gym dan menghindari junk food. Menjelang penghujung tahun, gue mengabaikan hal itu dan malah sering nongkrong di kafe. Yang tadinya berniat menurunkan berat badan, justru hasilnya berat badan gue naik. Sedih, ya?

2. Untuk si single yang masih punya orangtua: lebih banyak mana, waktumu bersama keluarga atau teman?


Hal ini sering mengusik pikiran gue. Apakah gue pernah lebih memprioritaskan teman dibandingkan orangtua? Sudahkah tahun ini gue banyak meluangkan waktu untuk mereka? Melihat senyum Papa dan Mama yang semakin menua, bercanda bersama keduanya, atau bahkan diomeli oleh salah satunya. Sebelum semua terlambat, ingatlah untuk lebih banyak menghabiskan hari-hari bersama keluarga di tahun 2016. Ingatlah selalu, teman bisa banyak, tapi keluarga hanya satu. Yang pasti, tutup 2015 ini dengan keceriaan bersama mereka.


3. Jalin lagi komunikasi yang terputus


Selama tahun 2015, pastinya ada orang-orang baru yang kita kenal. Bahkan, kita memiliki rutinitas-rutinitas baru bersama mereka. Tidakkah ini membuat kita melupakan beberapa teman lama? Kapan terakhir menghubungi mereka? Apakah sempat terjadi konflik sebelumnya?
Tidak perlu ragu untuk menjalin kembali tali silahturahmi dengan mereka. Bingung? Cukup bertanya, “Apa kabar?” :)


4. Intip barang-barang di kamarmu

Hei, tahun ini, berapa kali beli baju baru? Baju yang lama jangan dibiarkan usang, dong. Daripada menumpuk, mending diberikan kepada yang lebih membutuhkan. Iya, sebelum usang. Masa, memberi sesuatu kalau udah nggak suka atau rusak, sih? Selain amal, juga sekalian merapikan isi lemari yang mulai menumpuk, kan? Kita kerap menyimpan barang yang nggak benar-benar kita butuhkan. Daripada dibuang atau dijual, jadikan saja ladang manfaat. Ayo, beri lebih banyak kebaikan di akhir tahun ini!

5. Merasa boros? Tekadkan diri untuk menabung atau berbisnis, pikirkan MEA 2016 di depan mata


MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) atau biasa juga disebut AEC (ASEAN Economic Community) merupakan kesepakatan yang dibangun oleh sepuluh negara anggota ASEAN. Ini adalah upaya meningkatkan perekonomian negara-negara tergabung dengan meningkatkan daya saing di kancah internasional agar pertumbuhan ekonomi merata. Tentunya, salah satu tujuannya adalah mengurangi kemiskinan.

Terus, kenapa harus mikir? Berbagai barang, jasa, investasi, modal dan tenaga kerja yang terampil dari berbagai negara ASEAN akan menjadi serbuan ancaman serius bagi Indonesia. Bukankah sebaiknya, kita juga mulai mengubah mindset konsumtif menjadi produktif? Emangnya, nggak pengin kalau Indonesia yang “menyerbu” negara-negara tersebut? Punya ide berbinis? Rancang dengan baik, lalu segera eksekusi, waktu terus berjalan, lho!

6. Lakukan hal di luar kebiasaan

Nggak suka baca buku? Hmm, coba deh, baca majalah akhir tahun yang menyajikan informasi-informasi yang mungkin lo lewatin. Sekali-sekali nggak ada salahnya kok, melakukan hal di luar kebiasaan kita. Yang jarang olahraga, coba jogging di Minggu pagi atau renang bersama orang-orang terkasih. Atau, yang nggak bisa masak, coba luangkan weekend untuk masak dengan teman-teman. Tinggalkan sejenak gadget dan tertawalah.


7. Relaksasi dan renungkanlah

Berbagai hal sudah dijalani tahun ini. Betapa melelahkan, sekaligus melegakan. Skripsi, misalnya, yang akhirnya telah dikhatamkan. Atau, perihal kebohonganmu yang terungkap, toh, ternyata akhirnya hidup tetap berjalan. Nyamankan dudukmu atau jalan-jalan di taman, tenangkanlah pikiran dari segala hiruk pikuk dunia. Beri penghargaan terbaik bagi dirimu sendiri atas apa yang bisa dicapai tahun 2015 ini. Sesederhana berhasil menjadi orang yang lebih disiplin dan jarang terlambat. Ingat kembali, pertemuan-pertemuan mengesankan dengan orang lain. Ingat kembali, hal tidak mengenakkan yang terjadi tahun ini, tapi sekarang kita baik-baik saja, kan? Ingat kembali, banyak kesia-siaan yang telah dilakukan. Ini akan memberi energi positif dan rasa syukur yang sering terabaikan.


Akhirilah 2015 dengan cara yang tepat sebelum memulai 2016. Meski banyak kegagalan yang dirasakan, segala up and down kehidupan, tegakkan bahu untuk menghadapi hal yang lebih besar dari itu. Adakah di antara cara tepat mengakhiri 2015 ini yang sesuai denganmu? Gimana cara tepat mengakhiri 2015 versimu, guys

You Might Also Like

5 comments

Comments
5 Comments
  1. Assalamu 'alaikum, Kak Funy.
    Nice post Kak. Bener sih, seharusnya di akhir tahun kita melihat kembali resolusi apa yang sudah kita buat di awal tahun 2015 kemarin. Apa yang belum terwujud harus diwujudkan di tahun 2016. Ada pelajaran yang bisa kita ambil sebelum pindah ke tahun 2016.

    ReplyDelete
  2. Huih MEA. iya nih, iyah rada boros akhir-akhir ini :(

    ReplyDelete
  3. Aku kepikirannya buat jalin komunikasi yang terputus, ya tapi itu... kadang suka takut -,-

    ReplyDelete
  4. Aku masih boros T____T
    banget malah.








    ya abis gimana T___T

    ReplyDelete