Tipe-tipe Anggota Komunitas yang Sering Lo Temui

8:50:00 PM

Tipe-tipe Anggota Komunitas yang Sering Lo Temui — Sebagai cewek perantau yang futuristik dan dinamis, gue doyan gabung ke berbagai komunitas. Mulai dari komunitas blogger, komunitas lingkungan, sampe komunitas lari dari kenangan mantan gebetan. Iya..., soalnya emang nggak sempet jadian.

Dengan komunitas, kita berpotensi punya temen-temen “baru”. Apalagi, kalo komunitasnya ini di luar sekolah/kampus. Background, karakter, dan kelakuan masing-masing akan lebih beragam. Misalnya nih, kalo biasanya gue punya temen kampus yang pake jepitan rambut lucu-lucu di kepalanya. Nah, kemaren, gue keluar dari sebuah komunitas jelajah alam yang cewek-ceweknya pada pake paku di kepala.  Mungkin, itu komunitas jelajah alam kubur dan mereka semua lagi audisi buat jadi kuntilanak.

Lo nggak percaya? Ya gapapa sih, pacar aja lo curigain. #meh
Berbeda dengan visi yang sama (Source: cinemacomrapadura)
Based on my own experience—tsaaaah—gue pengin berbagi info tentang tipe-tipe anggota komunitas. Gue taruhan, pasti di antara semua tipe yang gue tulis, ada minimal satu yang pernah lo temui. Kalo gue bener, lo harus baca blog gue. Kalo gue nggak bener, lo tetep kudu baca blog gue. Sangghup? Kalo nggak sangghup, ya sangghupin. #kekeuh

1. Antara Ada dan Tiada

Tipe satu ini adalah yang paling umum. Mereka gabung di sebuah komunitas basically, ya karena pengin aja. Mereka nggak bener-bener punya misi khusus untuk mengembangkan komunitas tersebut. Kalo ada community gathering, kadang mereka ikut kalo emang acara itu menarik atau nggak ada agenda lain. Sekalipun emang ngganggur, kalo mereka nggak tertarik, ya mereka nggak bakal dateng. Komunitas bukan prioritas bagi mereka. Itu cuma buat ajang ngumpul dan seru-seruan.  Sing penting fun, gitu kata Marilyn Monroe.

Hal ini bikin mereka sering terlupakan kehadirannya. Nggak banyak anggota yang notice kalo mereka juga bagian komunitas. Bahkan, sekalipun mereka anggota lama, pas muncul lagi, nggak banyak yang ngenalin dan tau namanya. Woles aja sik, kan, sing penting fun.

2. Tim Hore

Mereka akan hadir hampir di segala kesempatan. Ngapain? Ya ngeramein kegiatan itu! Ini cucok banget waktu komunitas punya event-event yang butuh massa. Sebenernya sih, mereka nggak punya tujuan serius dengan komunitasnya. Tapi, komunitas menjembatani mereka buat asyik-asyikan bareng temen komunitas. Mereka dikenal sesama anggota, tapi mereka bukan orang-orang yang menyibukkan diri ngurusin komunitas.

3. The Pupil of The Eye

Namanya sekumpulan manusia, ada aja yang jadi pusat perhatian. Biasanya karena emang ada sesuatu yang menarik dari mereka. Cewek cantik, udah pasti jadi salah satu kandidat karena bisa bikin mata para cowok melek dan seger di kala pembicaraan gathering yang mulai ngebosenin. Cowok cakep juga merupakan kandidat karena para cowok menjadikannya rival dalam hal ngedapetin perhatian cewek cantik. Cowok jelek pastinya juga jadi kandidat the pupil of the eye sebagai bahan bully-an antara cewek cantik dan cowok cakep!

Eits, ini bukan soal fisik aja, kok. Ada juga yang jadi pusat perhatian karena lucu, cerdas, unik, atau apalah apalah. The pupil of the eye yang gue maksud di sini, bukan mereka yang berusaha mem-push diri buat diperhatiin orang lain ya, tapi memang mereka yang secara alami punya dominansi.

4. Freeze Maker

Lagi ramean ngobrol asyik-asyik, tau-tau satu anggota ini nimbrung.

Kodok: “Eh, gue kemaren diundang ke acara gala dinner sama Persatuan Kecebong Kota Medan. Ada yang diundang juga nggak?”
Bebek: “Ye, kampret. Gue kan, bebek. Masa dateng ke acara kecebong!”
Singa: “Kalo gue dateng, entar pada kabur semua, Nyet!
Kodok dan Bebek: “Yeeeee, kita bukan monyet!”
Tiba-tiba, Monyet nyamperin memecahkan keseruan.
Monyet: “Ih, kalian ngomongin aku, ya? Kalian ngomongin apa, sih? Perhatian banget sampe jadiin aku topik. Kalian boleh kayak gitu ke aku, tapi jangan dilakuin sama orang lain. Nggak baik..., itu nggak baik. Bisa bikin sakit hati dan dosa juga. Jangan ghibah, ah. Kita tuh, harus inget mati. Nggak selamanya kita hidup di dunia. Inget, keadilan Tuhan itu nyata. Bla, bla, bla....”
Kodok, Bebek, dan Singa: ...................................... (kemudian meninggal)

Monyet inilah si freeze maker, menghadirkan moment of silence yang berujung membuat obrolan putus. Banyak beberapa pihak yang anggep sosok ini nyebelin karena kadang berlebihan, garing, nggak nyambung, atau sok tau.  

5. Lebah Pekerja

Ini nih, mereka-mereka yang ngidupin komunitas. Gue salut sama keberadaan mereka yang jarang bikin kontroversi. Boleh dibilang, merekalah jiwanya komunitas. Kalo ada yang nanya, mereka responsif banget! Mereka akan menjawab dengan rendah hati. Kalo ada yang butuh dukungan, mereka beri. Kalo ada yang butuh duit gimana? Kalo ada yang butuh jodoh gimana? Ah, mereka juga banyak yang jomlo, anak kosan pula! #lah

Orang-orang ini akan terus comeback dan punya loyalitas untuk bikin komunitas lebih hidup lagi. Komunitas adalah salah satu priority dalam perjalanan hidup mereka. Salut, gengs!

6. The Person with A Cause

Mereka mungkin sering muncul. Terus, jarang muncul. Tapi, kehadirannya bisa punya pesan tertentu. Orang-orang mengikuti arahannya gitu aja. Mereka bisa aja ngasi informasi-informasi tambahan saat yang lain lagi memperbincangkan sesuatu. Terkadang, sekalipun mereka bilang, “Gue rasa, sih,....” itu nggak serta merta berdasarkan prediksi aja, tapi disertai pengalaman dan analisis yang kuat.

Selain itu, mereka juga sering ngebelokin obrolan, ngejaga flow pembicaraan agar tetap berjalan. Mereka terus memancing agar obrolan semakin panjang. Lalu, tiba-tiba ngilang dengan harapan pembicaraan akan berlanjut. Di saat itu, yang sering terjadi justru pembicaraan terhenti gitu aja.

7. Colony Leader

Tipe ini bukan semata-mata ketua sebuah komunitas. Mereka bisa aja cuma anggota biasa yang sering ambil andil sebagai seksi sibuk dalam komunitas. Namun, sosok ini punya pengaruh kuat dalam aktivitas komunitas. Perspektifnya sangat dihargai anggota lain. Bantuannya kerap dibutuhkan. Dia bisa ngebuat atau ngubah suatu ide, lalu yang lain setuju-setuju aja, tuh.

8. Spesialis Caper dan Baper

Kodok, Bebek, Singa, dan Monyet adalah anggota komunitas anak hewan muda kekinian. One day, Kodok, Bebek, dan Singa pergi nonton layar tancep. Lalu, Singa update di Path.

“Seseruan malem ini disponsori layar tancep dan langit malam. Meski dingin, seru! Terima kasih, kawan. – with Kodok, Bebek

Monyet baca tuh, update-an. Doi ngambek dan ngerasa nggak dianggep. Ngomel nggak jelas di forum/group chat dan nyindir-nyindir lewat socmed. Kadang kalo ngelihat spesies ini, ada kasian-kasiannya gitu. Mungkin, mereka kurang kasih sayang. Mungkin, mereka kurang piknik. Atau, mereka kurang duit buat bayar utang. Padahal, kalo dipikir-pikir, nggak selamanya kan, jalan bareng anak komunitas, semuanya harus diajakin? Apalagi, biasanya itu mendadak, impulsif gitu aja.

Spesialis caper khususnya, hobi nge-share hal pribadi yang sebenernya nggak ada penting-pentingnya buat anggota lain. Ini jugalah yang sering menghadirkan moment of silence. Boleh dibilang, mereka adalah freeze maker. *facepalm*

9. Controversy Starter

Hobinya memulai kontroversi. Sukanya bertentangan sama anggota lain. Tipe ini akan kekeuh sama pendapatnya dalam sebuah diskusi. Kadang mereka lemparin sebuah topik, tapi berusaha keras menangin perdebatan di dalemnya. Nyebelin? Mungkin, tapi biasanya mereka emang smart, jadi punya alesan kuat dalam setiap argumennya.

Controversial Person (Source: squarespace )

10. Mother of God

Tukang ngatur! Sangat menguntungkan apalagi komunitas emang nggak punya struktur kepengurusan yang rinci dan mother of God akan sukarela ngatur banyak kegiatan. Mereka sering jadi contact person suatu komunitas juga, lho! Yang nyebelinnya, kalo tipe mother of God yang suka pamer betapa sibuknya dia ngurusin komunitas. Kesannya nggak ikhlas dan bisa-bisa bikin anggota lain ngerasa bersalah.

11. Social Climber

Social Climber (Source: hersays )
Ini istilah yang sering banget ditemui di media sosial. Kalo kata urban dictionary, social climber  ini sejenis attention whore. Mereka kebelet eksis, gabung segala komunitas sana-sini, tapi kebanyakan nggak punya sumbangsih apa-apa. Cuma nimbrung supaya dikenal banyak orang. Awalnya, mereka bakal ngedeketin anggota yang dikenal banyak anggota lain. Dari situ mereka bakal dikenal. Lalu, nyari yang lebih populer lagi dan ninggalin orang yang sebelumnya. They try to convince you of how awesome and inspirational they are. Terus, kalo udah bosen dan mendapat popularity yang lumayanan, loncat lagi ke komunitas lain. Begitu seterusnya sampe mereka ngerasa udah berada on the top position. Shameless, ya? Saran gue satu, dirukiyah.

Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu. Bukan berarti tipe tertentu harus dimusuhin, manusia emang dasarnya kan, beda-beda. Jadi, tipe mana yang sering lo temui? Lo sendiri termasuk tipe yang mana? Kalo boong, entar mati, lho.

You Might Also Like

15 comments

Comments
15 Comments
  1. Iyah tipe yang mana ya... yang jelas jangan freeze maker -.- itu monyet kesian banget sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Monyetnya jomlo, jadinya sensian :p

      Delete
  2. iya bangeeet nih, nggak cuma satu tipe yang pernah ketemu, beberapa sih, yang social climber belom pernah nemu, ngeselin tapi ya kalo ada gitu :(
    btw, aku kangen kak punyyyyy :')))

    ReplyDelete
    Replies
    1. tuh, kan! jadi kamu harus baca blog aku terus >,<

      kangen? kan, sekarang aku lumayan rajin nge-blog lagi. perhatikan kata lumayan.... *bold*

      Delete
  3. Waduh, jadi type mana yah? ...kadang jadi tim horee juga kadang ikut tim hahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha kakak sih.... Ah, jadi malu :p

      Delete
  4. hmm, msk tim mana y enaknya.
    ...
    awq sukanya tim konsumsi fu, wkwkwk
    bs icip2 makanan :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mak, minta makan maaaak... *nadahin tangan*

      Delete
  5. saya tim hore aja deh... biarpin kecil tapi bermanfaat, wkwkwkwkwkwkwk

    ReplyDelete
  6. Bg tipe bertahan aja deh, klo diperlukan siap sedia, kalo diabaikan yasudah terima apa adanya

    ReplyDelete