Belajar Digital Marketing Blogger Medan

11:59:00 PM

Belajar Digital Marketing Blogger Medan - Komunitas: Sebagai blogger sekaligus tuna asmara, gue hobi banget mengamati tiap update-an orang-orang di akun social media mereka. Kali aja ya, kan, ada yang bisa gue sepik buat jadi calon imam. Namanya juga usaha, nggak usah sirik. Oke, fokus. Gue yakin, lo punya temen Facebook yang doyannya nge-share postingan akun lain yang kadang emang lucu ataupun inspiratif. Biasanya, kalo ada yang ngelakuin itu di beranda Facebook, gue bakal buka gambar atau link-nya. Betapa kreatifnya mereka yang ada di balik postingan-postingan tersebut. Siapa, sih, yang nggak tau 9gag? Kalo dipikir-pikir, idenya simpel, siapa aja bisa ngelakuin hal yang sama. Tapi, kenapa laku banget?!



Beberapa minggu yang lalu, tepatnya Sabtu malam, kusendiri... Tiada yang menemani... Yang mendadak nyanyi ala Marshanda, ketauan tuanya. Apalagi, kalo versi Koes Plus. Beuh, udah pasti seangkatan Kak Molly dan BangAgoez!—Jangan banned aku, Bang—nggak, bukan itu. Sabtu malam, 12 September 2015, Blogger Medan ngadain Durian (Diskusi Ringan) lagi, geng. Ini semacam rutinitas bulanan yang diwadahi oleh Blogger Medan. Dan kali ini, warga Blogger Medan nggak berasa jomlo-jomlo amat. Secara gitu, ya, ada alesan malem mingguan.

Ada cerita lucu sebelum sampai di lokasi Durian. Jadi, gue berangkat bareng Miss Putri a.k.a. Ijat yang tadinya berniat ngejemput ke rumah. Berhubung gue baik hati dan nggak tegaan, meskipun suka nggak tau diri, gue memilih buat jumpa tengah di sebuah lapangan. Gue nunggu abang gue pulang karena di rumah nggak ada orang, sedangkan ada bayi yang gue jaga. Janjian pukul tiga dan tepat pukul tiga itu gue baru berangkat dari rumah. Gue pun hanya bisa berharap nggak ngamuk atau makan gue hidup-hidup.

Begitu keluar rumah.... Byuuurrrrrrr.... Hujan turun melunturkan kenangan! Hujannya deres, semprul!!!! Gue pun buru-buru ngambil payung dan pake helm biar nggak ribet. Ibarat kolor, mungkin itu payung ukurannya XXL, gede bingits! Jadilah gue nyetop becak dengan helm melekat di kepala. Selama perjalanan, gue komat-kamit baca mantra semoga Ijat nggak berubah jadi kucing kecebur got alias basah kuyup dan menjadikan gue sebagai penyebab kesialannya. Gue nggak berani buka HP, takut menerima kenyataan.

Akhirnya, sampailah gue di lapangan. Jeng jeng... Kering. Nggak hujan sama sekali dan Ijat sedang sok asyik nontonin orang main bola. Begitu dia melihat penampakan gue dengan payung ajaib serta helm super, dia langsung ketawa ngakak. Gue yang masih shocked dan takut Ijat ngambek malah bingung ngelihatin dia. Gue buru-buru minta maaf dan dia pun secara jujur menyatakan kekesalannya. Iya, dia kesel, tapi ngelihat muka gue, buyar langsung keselnya! Betapa bersyukurnya gue punya muka yang innocent dan konyol. Makasih, Ijat. Aku padamu, kembaliannya mana? #lho

Nggak cuma itu aja. Biasanya, tiap ngumpul, Blogger Medan bakal pake kaus kebangsaan. Karena nggak punya, ya, gue enggak pakelah. Gue berpikir Ijat bakal pake kaus Blog M. Ternyata enggak! Justru dia memakai outfit yang serupa dengan gue. Garis-garis, kerudung dongker, dan kaca mata. Padahal, biasanya dia pake softlens. Alhasil, banyak yang bilang kita kakak-adek atau kembaran. Tentunya, gue kakaknya sekalipun dia lebih tua. Ya nasib, muka yang sering dipanggil “ibu” ini mungkin karena udah siap jadi ibunya anak-anak kamu..., iya ini modus.

Gue dan dik Ijat. Komuk gue berantakan. Gapapalah, asal bukan hati yang berantakan....
Kali ini, Durian jauh lebih rame dari sebelumnya. Gue pun banyak berkenalan dengan teman-teman baru, salah duanya adalah Wanda dan Ary. Wanda dikenalin oleh Bang Davi dan kita cerita berbagai hal tentang komedi serta penulisan. Kalo Ary itu salah satu blogger Medan yang aktif nulis proyek #30HariKotakuBercerita. Iya, entah kenapa gue nggak nge-pos itu lagi. Jadi malu! Selain itu, gue tetiba lihat sesosok makhluk yang nggak asing lagi, yaitu Mulia Maulana alias Molen. Dia ini dulu salah satu yang pernah meet up bareng gue dan Iyah di tahun 2011. Dia bilang udah mau wisuda dan udah punya pendampingnya. Azeklah, jadi ngiri gue.

Bertempat di Kafe Potret, kali ini topik pembahasannya berjudul Dari Durian Membangun Kota Melalui Digital Media. Pematerinya adalah warga Blogger Medan yang berprofesi sebagai social media marketing, Din Afriansyah atau yang biasa dipanggil Bang Din. Wuih, dapet ilmu langsung dari pelakunya! Ibarat kalo di tipi-tipi, nonton investigasi penjual lontong malam oplosan. Yang suaranya kayak curut itu, lho.

Nah, sebenernya kalo boleh gue simpulin, bahasan Bang Din ini lebih ke arah digital marketing. Kita semua tau gimana perkembangan periklanan di Indonesia. Dulu, kita cuma ngelihat iklan dari TV ataupun media cetak. Sekarang? Iklan ada di mana aja, bahkan saat lo buka recent update BBM, ade aje kan, yang ngiklanin online shop? Inilah salah satu wujud nyata perkembangan dunia digital.
Internet marak digunakan sebagai lahan bisnis. Banyak orang-orang membangun sebuah website dengan tujuan untuk “menjual” sesuatu yang “mereka punya”. Baik itu produk, jasa, atau sekadar konten-konten viral.

Empat hal yang menjadi core digital marketing adalah website marketing, email marketing, social media marketing, dan online advertising


Boleh dibilang, banyak banget pelaku yang “berjualan” di media sosial. Kalo dilihat dari sisi marketing, tentunya berbeda, gengs. Sebaiknya, media sosial ini digunakan untuk melakukan campaign-campaign atau mengunggah konten kreatif yang menarik minat calon customer. Alangkah lebih baik, kalo pelaku membuat sebuah website. Website ini bisa dikelola agar trafiknya tinggi. Caranya gimana? Dimulai dengan konten yang kuat dan di-update secara konsistenlah! Dan jurus lain adalah SEO, gengs.

Keuntungannya apa? Tentunya, attract the attention of the customer, meningkatkan awareness, membangun kepercayaan, dan meng-guide customer untuk bisa melakukan “sesuatu”. Entah itu pembelian, visit yang menghasilkan value, atau action-action lain yang memberikan keuntungan bagi seller ataupun marketer. Lo tau keuntungan lainnya, gengs?

Selanjutnya, Email marketing adalah aktivitas mengirim email ke database customer. Kalo baru bikin start-up, database email-nya dari mana? Duh, ini kan, zamannya serba browsing, lo bisa tanya sama Opung Google atau mulai dari email friend list yang udah ada. Kegiatan ini berguna untuk memberi notifikasi kalo lo sedang “memasarkan” sesuatu.

Yang terakhir, online advertising. Pernah dong, ya, kalo Facebook-an ada iklan-iklan di layar bagian kanan? Itulah contoh online advertising. Kalo website lo punya pagerank bagus dan trafik tinggi, biasanya bakal ada juga yang minat buat ngiklan di website yang lo punya. Contohnya aja kayak Cerita Medan yang dikuratori oleh Bang Wahyu Blahe. Idenya sederhana, sebuah situs yang berisi segala topik tentang Medan. Kiblatnya info cerita tentang Medan, begitulah tagline-nya. Banyak yang berlomba-lomba menjadikan portal ini sebagai media partner dalam memasarkan sebuah informasi. Kalo main-main ke situsnya, nggak sedikit juga ada banner-banner dan link iklan di sana. Soal trafik? Nggak usah ditanyalah. Jujur aja nih, waktu empat atau tiga tahun yang lalu pas masih di Bandung, satu-satunya media portal Medan yang gue tau adalah Cerita Medan. Waktu itu, menurut gue keunggulannya adalah di Twitter. Sang admin begitu responsif dan memperbaharui informasinya secara berkala. Nggak heran, kekonsistenannya membuahkan hasil, gengs!

Nyelip dulu, gengs. Lelaki tanpa kaca mata itu adalah Bang Wahyu Blahe...
9gag yang mengusung “Go Fun, Yourself”, berhasil menghasilkan jutaan pembaca setiap harinya dengan menggali humor yang dimulai dari diri sendiri. Boleh dibilang gue adalah penggemar 9gag. Alasan gue menyukai 9gag adalah hidup ini selalu punya nilai komedi dan 9gag “menjual” ceritanya dalam bentuk grafis dan video. Kenapa bisa sesukses itu? Karena dia adalah trendsetter! Bisa jadi 9gag bukanlah situs pertama yang menyediakan hal tersebut. Tapi, digital marketing yang bagus menyebabkan penggunanya dengan senang hati men-share postingan 9gag di social media mereka sendiri. Kenapa begitu mudahnya di-share? Ya pastinya karena menarik, interaktif, dan menghibur! Hal ini menyebabkan postingannya menjadi viral dan memungkinkan lebih banyak lagi pengguna. 9gag nggak hanya memusatkan pada konten aja, tapi juga bagaimana pesan itu nyampe ke pembaca.


Terus, apa tip dan trik lain untuk membangun digital marketing yang baik? Tanggaplah dengan komentar pengguna dan dengarkanlah feedback dari mereka. Ini sangat bagus dalam menjalin komunikasi dan percakapan yang berkualitas. Bangunlah brand diawali dengan membangun kepercayaan, bukan hanya fokus pada pasar dan “jualan”. Penggunaan social media bukanlah untuk promosi satu arah, melainkan untuk menciptakan interaksi dua arah antara pelaku dan pengguna. Buatlah empat komponen tadi bersinergi dan terintegrasi. Ini akan memudahkan dalam share dan pencarian informasi terkait. Hal yang nggak bisa diabaikan tentunya mempelajari digtal marketing yang dilakukan brand-brand atau website lain.

“Kasta tertinggi pengguna media sosial adalah dipanggil ‘Min’”- @dinneno, 2015

Hal-hal di atas ini sih, sebagian dari presentasi Bang Din yang gue kemas dengan perspektif gue sendiri. Oh, ya, Kafe Potret sebagai tempat berlangsungnya Durian kali ini, menyediakan berbagai hidangan yang nggak bikin kantong jebol, gengs. Tempatnya adem, suasanya tenang gitu. Cocok buat romantisan, sama pasangan atau sama laptop. Iya iya, gue biasanya berduaan di kafe sama laptop.

Selesai kegiatan ini, seperti remaja tingkat akhir yang kekinian lainnya, kita semua berfoto ria! Nggak usah cari gue, udah pasti paling kece, sih. *Ditabok sekampung Blogger Medan*






Begitulah keseruaan Blogger Medan kali ini. Lo blogger? Atau berminat jadi blogger? Domisili di Medan? Langsung join aja di grup Facebook Blogger Medan. Nggak perlu takut kalo jomlo, di sini banyak yang sama kayak lo, kok. 






Pic source: 9gag, Pixabay, mollyta.com, ramlimuhamad.com

You Might Also Like

8 comments

Comments
8 Comments
  1. aku baca lho.... terharu ada disebut namaku juga hohoho.

    Btw, jadi kapan kita bikin startup ?


    eyaaaaaaaaaaaaaakkkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. cie cie, yang disebut namanya sama Funy.
      bangun komunikasi aja dulu, baru "start up" menuju masa depan. #eaaaaa

      Delete
  2. Jadi semangat nih. Bikin startup juga ah

    ReplyDelete
  3. digital marketing ya kk
    keren sih infonya
    baru baca judulnay doank nih
    hehehehe

    ReplyDelete
  4. Whoooaa... Koes Plus itu angkatan babe guweh Funyyy... hahahaha. Dakyu ini masih bau matahari.. eh salah.. bau kencur loh, kan kita satu kelas dulu... hohohoho *menolak tuir

    Btw kolom komennya udah muncul di tampilan henpon tapi ntah kenapa aku teteuup ga bisa komen, tiap dipublish trus ilang deh tulisannya (dimoderasikah?)

    ReplyDelete
  5. Lengkap nih tulisannya kak funy. tp agak geli di paraf terakhir yg intina grup fesbuk Blogger Medan itu semacam Panti Jomblo yak.hahaha :)

    ReplyDelete
  6. Abang ketik belajar digital marketing medan, eh nyasar di sini. Ulasannya lumayan paten di paragraf yang ada Cerita Medan nya. Hahaha.

    ReplyDelete