Belajar dari Kasus Riana Rara Kalsum dan Zulfikar Rakita Dewa

1:03:00 AM

Belajar dari Kasus Riana Rara Kalsum dan Zulfikar Rakita Dewa - Dunia Entertain: Perlu gue garis bawahi dulu, ye, ini bukan tulisan rumpi yang isinya nge-gibahin orang. Gue cuma pengin sharing sama pembaca, bahwa kita bisa menjadikan kasus ini sebagai pelajaran, terutama buat perempuan.


    Gue yang besar di masa peralihan dari tahun 90-an menjadi era 2000-an ngerasain banget yang namanya efek perkembangan teknologi. Waktu gue kecil, gue nggak pernah, tuh, yang namanya dilarang nonton serial Warkop DKI gara-gara pakaian cewek-ceweknya seksi. Nggak pernah juga dimarahin gara-gara doyan yang namanya ngikutin acara Smack Down-nya WWE. Coba lihat sekarang, seiring perkembangan ini, masyarakat juga makin teredukasi dan peka dengan informasi terbaru. Tapi, kok, ya tayangan televisi penuh dengan sensor? Yang kadang bikin eneg adalah sensor baju yang terkesan "memble", tapi sensornya berlebihan. Kadang semakin disensor, imajinasi yang lihat bisa semakin liar, lho! Apa ini efek orangtua yang semakin sibuk dengan rutinitas dan tak cukup waktu untuk menemani anaknya menonton? Mbuhlah...


   Nah, efek teknologi yang gue maksud di awal tadi juga soal informasi yang semakin mudah didapet. Oleh karena itu, hal-hal yang dulu mungkin nggak banyak yang lakuin di zamannya karena keterbatasan, sekarang marak gitu aja. Misalnya, kalo dulu orang pengin muasin nafsu itu harus beli buku-buku stensilan atau VCR film-film porno dengan harga yang lumayan. Kalo sekarang, banyak orang tinggal download di internet. Kalopun internet bisa ngefilter penggunanya, bakal ada aja 1001 cara untuk bebas nyari konten ginian, padahal umur mereka belum cukup dewasa.

    Belum lagi fakta lain tentang social media dan instant messenger yang bikin orang-orang semakin berani mengekspresikan diri. Contohnya, upload foto selfie dengan berbagai pose. Ada yang nanggepin foto lo ya, biasa. Tapi, ada juga yang anggep itu foto menggoda, lalu membayangkan macam-macam. Ditambah komen lawan jenis yang berbunyi, "Bibir kamu cantik banget... Suka lihatnya." Coba di dunia nyata, mungkin ada rasa malu buat bilang kayak gitu. Ada lagi fenomena akun-akun anonim yang upload gambar telanjang tubuhnya buat promote phone/chat sex gitu. Dan kebanyakan, penggunanya adalah ABG! Iya, anak SMP atau SMA gitu. Miris banget, sih, banyak orang yang ngerasain fenomena di mana kalo di dunia maya itu pengakuan lebih mudah didapet ketimbang di dunia nyata.

    Dulu tuh, pas gue SMP, kalo nggak suka sama orang dan mau maki-maki, harus berani ngelabrak juga menanggung risikonya. Kalo sekarang,  lo cukup punya akun socmed buat nyerang musuh lo atau nge-chat dia secara pribadi. Kalo lo nggak cukup berani, lo bisa aja bikin akun bodong buat komen-komen negatif di akun orang yang nggak lo suka. Sumpah, ye, kadang gue ngerasa ini semacam penyakit psikis. 

   Ada juga lho, orang-orang yang begitu rajinnya ngelola akun haters! Jangan lo pikir haters itu cuma buat para selebritis. Contohnya kakak kita yang satu ini, seorang janda bernama Riana Rara Kalsum berumur 41 tahun yang mendadak tenar di tahun 2015. Doi jadi punya banyak barisan haters gara-gara melaporkan putra Dedy Mizwar—kalo lo orang Indonesia, harusnya tau siapa tokoh barusan—yang bernama Zulfikar Rakita Dewa (seorang anggota TNI, gue nggak tau-tau amat jabatannya ape). Ini blog haters yang isinya..., gue sendiri bingung bacanya, hehe. Di situ banyak pengungkapan-pengungkapan yang boleh dibilang wow juga sih, kalo misalnya itu fakta. Mungkin, ada bakat jadi Sherlock Holmes?

    Jadi ceritanya, Zulfikar nge-add akun Path Riana pada Juni 2014. Abis itu, beralih ke Whatsapp dan LINE. Riana ngobrolin soal hobi travelling-nya. Dia ada rencana mau liburan bulan itu ke Eropa sendirian. Pas tau soal itu, Zulfikar yang katanya ngerayu dan ngebujuk Riana buat undurin perjalanannya jadi bulan Agustus biar bisa liburan bareng. Soalnya, saat itu Zulfikar masih dinas di Lebanon. Hanguslah tiket Riana, lalu bikin itinerary buat liburan bareng Zulfikar. Menurut pengakuan wanita ini, Zulfikar cuma bayarin tiket perjalanan, sedangkan biaya hotel, makan, dan souvenir yang menanggung adalah Riana. (selengkapnya di http://seleb.tempo.co/read/news/2015/01/21/219636597/rara-beberkan-kronologi-kencan-putra-deddy-mizwar)


    Selama di sana, Riana bilang kalo mereka selalu melakukan hubungan intim layaknya pasutri. Ada kabar yang sempat bilang kalo doi ini hamil, padahal cuma telat dateng bulan aja karena beberapa bulan setelahnya, kasus yang diangkat bukan soal kehamilan melainkan perbuatan asusila. Riana merasa dia telah dijanjikan untuk dinikahi oleh Zulfikar.

   Riana yang merupakan anak seorang tentara, begitu gigih memperkarakan kasus ini di ranah hukum. Dese bawa bukti foto-foto dan kisah perjalanan romantis mereka berdua. Lo bisa baca sendiri di postingan blog-nya di https://rianararakalsum.wordpress.com/2015/08/03/full-story-puncak-keromantisan-liburan-berdua-zulfikar-rakita-dewa-di-brussels-vienna-dan-salzburg/. Rapi banget ye, tulisannya! Riana juga jadi sering diliput berbagai media dan diundang dalam talkshow di stasiun televisi.

    Efek kecanggihan teknologi yang lainnya yang mungkin dirasakan Riana Rara Kalsum adalah bisa meng-capture segala rayuan di instant messenger—katanya itu dari Zulfikar. Riana lagi-lagi mengaku kalo mereka tidur bareng dan sekamar selama liburan itu karena rayuan maut Zulfikar. Mungkin, Riana meng-upload beberapa screenshot chat sebagai contoh bujukan manis lelaki yang digugatnya itu. Ada chat yang isinya menampilkan kalau Zulfikar akan bertanggung jawab sama Riana. Gue nggak tau ini tanggung jawab kalo bakal hamil atau apa pun kejadiannya, Zulfikar bakal nikahin Riana. Padahal nih, Zulfikar rencananya mau nikah sama pacarnya di bulan November 2015 ini.




No comment ye, soal screenshot-screenshot ini....
    Banyak yang anggep kasus ini penuh dengan blunder. Ada yang bilang motifnya berbau politik, ada yang menuding macam-macam soal pribadi Riana, ada juga yang menganggap ini memanglah cara untuk minta dinikahi. Ada yang menduga akun haters Riana adalah akun bayaran pihak tertentu. Ada juga yang bilang itu memanglah sekumpulan orang yang secara alami nggak suka dengan pemberitaan soal Riana yang terkesan ngibul. Ada yang bilang foto-foto bareng dan screenshot itu semuanya rekayasa. Ada yang bilang mereka nggak cuma berdua, tapi rame-rame. Apa pun itu, gue nggak peduli soal drama yang ada di dalem kasus ini. Semoga lekas kelar dan masing-masing pihak merasa puas dengan hasil akhirnya nanti. Amin!

    Buat gue, kasus ini penuh dengan pelajaran. Gimanapun omongan seseorang, nggak pernah bisa jadi pedoman, kecuali ada hitam di atas putih lengkap dengan materai dan ditandatangani dalam kesadaran. Sesederhana seseorang mengaku kalo dia adalah sahabat lo, perkataannya bukanlah hal yang bisa lo pertaruhkan. Ketika lo anggep dia berkhianat, lo nggak bisa menampar dia dengan kata-katanya dulu. Semua itu lenyap bersama udara dan waktu.
Source: pinsta.me
    Buat cewek-cewek, kalo lo dipacarin dan dijanjiin nikah, terus lo mau aja ML sama pacar lo. Syukur kalo pacar lo mau bertanggung jawab, tapi kalo enggak, lo sulit untuk menutup karena apa yang lo lakuin dasarnya adalah suka sama suka. Apalagi, masa itu ada kedaluwarsa. Bisa aja waktu itu dese emang lagi doyan-doyannya sama lo dan hari ini atau besok, rasa itu udah hilang. Realize it.

    Be wise. Jangan terlalu cepat mengambil keputusan di saat emosi sedang tidak stabil. Bukan hanya saat sedih ataupun marah, tapi di saat senang pun, nggak usah buru-buru memutuskan sesuatu! Misalnya aja, kalo gue baru diajak kenalan sama cowok, terus diajak liburan berdua, jujur aja gue nggak akan mau. Bukan sok alim atau begimane, sama yang dikenal aja dan rame-rame beserta temen perempuan pun, gue masih punya perasaan was-was, gimana kalo nggak kenal dan berdua??? Apalagi, sejauh Eropa, berat di ongkos, Cyin!
Cuma bisa ngelus dada aja bacanya

    Udah kodratnya cewek suka dipuji, senang dipuja. Tapi, ya, cewek juga harus smart untuk mengontrol dan menjaga dirinya sendiri. Harga diri cewek itu bukan sekadar label kayak jajanan yang ada banderol harganya di supermarket. Harga diri cewek dipertahankan oleh cewek itu sendiri. Ini bukan hanya soal menjaga dari perbuatan asusila, tapi juga menjaga perilaku pun ucapan agar kemungkinan buruk di masa depan bisa terhindar.

    Banyak cewek marah dengan cowok yang nganggep cewek itu ribet dan absurd. Pada kenyatannya, cewek itu emang suka absurd dan njelimet dengan pikirannya sendiri. Cewek harus bisa lebih menggunakan logika walaupun cewek lebih memakai perasaan. Cewek nggak harus berpikir seperti cowok, tapi cobalah untuk melihat persepsi cowok. Pun cowok, banyak banget di antara mereka yang nganggep cewek itu sebagai objek. Objek kesenangan, objek pemuas, objek penenang, apa pun itu guys, please, cewek itu adalah subjek yang dilengkapi emosi dan akal. Bukan objek seperti hobi dan mainanmu. Hormatilah kami, “jagalah” marwah kami jika memang begitu berarti kami untuk kalian. Kalopun kami nggak terang-terangan melarang untuk menyentuh, jangan memulai untuk menyentuh kami. Kami bukan tembok-tembok yang takut dikotori, lalu bertuliskan “JANGAN SENTUH AKU”.

    Kalo mau berbuat, dipikirin mateng-mateng efeknya bisa gimana nantinya. Jangan sampe, jadi banyak orang yang benci sama kita meskipun mereka nggak tau apa yang kita lakuin. Lo nggak bisa ngelarang orang buat nggak ngait-ngaitin lo dengan orangtua atau kerabat terdekat lo. Kasian kan, mereka harus menanggung dampak dari perbuatan lo yang dianggep negatif sama orang-orang? Katanya, don’t judge book from its cover. Buat gue, cuma pecundang yang punya ketakutan itu. Orang nggak mungkin langsung tau “daleman” kita gimana kalo nggak kenal deket. Yang kenal deket pun belum tentu ngerti dan paham kita seutuhnya. Gue yakin, sebaik-baiknya kita pun pasti ada aja yang nggak suka. Apalagi kalo emang kitanya sendiri cari-cari masalah. Hemmm, bisa berabe, deh!

    Masih banyak pelajaran yang bisa diambil dari kasus ini. Gue yakin lo semua punya berbagai perspektif yang mungkin nggak sempat gue paparin. Sing penting, ambil hikmahnya dan positifnya aja, deh. Gue bukan Pak Dosen atau hakim yang bisa menilai pihak yang benar dan yang salah. Gue cuma blogger yang prihatin, kok, bisa ada kasus kayak gini mencuat ke publik? Sebenernya, bisa aja hal begini banyak terjadi di masyarakat. Tapi, baru Riana yang berani speak up di hadapan rakyat Indonesia.

    Intinya sih, hati-hati dengan hati. Berjuanglah untuk no couple before akad. Sekian dan terima kamu. #lah

You Might Also Like

11 comments

Comments
11 Comments
  1. Saya sih malah langsung ilfeel kalo ketemu sama cowok yg hobi ngumbar kata2 manis. Malah jadi keliatan belangnya kalo menurut saya. betul, jadi cewek harus smart!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, itu namanya emansipasi *sok-sokan padahal nggak paham*

      Delete
  2. Tukang gombal itu hukumnya Dosa BESAR!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cieee ketauan yang suka ngegombal...

      Delete
  3. idem sama argumen mb :)
    terkadang kita tidak sadar dengan rayuan maut pulau kelapa milik para lelaki, eh sadar-sadarnya setelah ditipu, =D
    jangan percaya dengan ucapan laki-laki sebelum dia mengucapkan akad ;)
    nice article d^_____^b

    ReplyDelete
  4. Memang ada laki2 diluar sana yg suka mempermainkan & memanfaatkan perempuan, lalu ditinggal begitu sj. Dan perempuan hrs nerima begitu sj, se-olah2 tabu utk menuntut. Masyarakat cenderung membela laki2 walaupun salah dan merendahkan perempuan yg berani speak up..

    ReplyDelete
  5. Saya sih follow cuma jadi SR di ig mereka semua :)
    Cuma berdoa saja semoga endingnya baik :)
    Tidak ada yang lebih baik daripada doa kan?
    Hehehe...

    ReplyDelete
  6. tulisan yg menarik, tapi saya menyarankan penulis menambah juga blog sbb https://kawalrianararakalsum.wordpress.com/about/

    Sebetulnya tidak ada haters krn mereka tidak mencari2 kesalahan riana. Mereka yg disebut haters oleh riana sesungguhnya orang2 yg bermaksud baik mengingatkan riana agar lebih santun dlm bermedsos, lbh punya harga diri sbg wanita - sbg seorang ibu dr anak gadis & perjaka cilik. Tp semua komen yg menasehatinya malah ditebas dan diblock akunnya. Hy komen yg memuji2 yg selamat :))

    Blog Kawal Riana penyeimbang dr semua pengakuan Riana (sebetulnya menguak Hoax Riana jg begitu hy kurang disusun).

    Penulis sdh berusaha utknetral. Saya setuju dg pesan di atas asalkan Riana itu :
    seorang ABG yg BELUM pernah pacaran, ABG ingusan yg baru kenal gadget/medsos, bukan seorang Riana yg sudah pernah menikah, berumur 40th lebih, sudah punya track record mengejar2 pria muda dg selembar surat dr KUA dan membawa polisi, bukan seorang wanita yg menyebar foto2 mesra dg pria yg baru bertemu sekali :)

    Menurut saya, jika Riana itu seorang wanita yg bermartabat, kalau betul Zulfikar pernah mengirim chat rayuan, tentunya Riana akan memblock akun zulfikar! bukannya malah meladeni dan menjawab chat dg kecentilan spt alay,,,
    Kalau Riana seorang wanita yg punya harga diri, tentunya dia akan menolak sekalipun si pria merayu2 sepanjang hari utk tidur sekamar selama liburan padahal mereka BELUM pernah bertemu

    Tapi tulisan ini bagus itu mengingatkan terutama para ABG maupun jomblo yg diuber2 waktu utk nikah : jangan mudah percaya pd omongan laki2, sekalipun sudah jd pacar sampai saat yg sah.

    ReplyDelete
  7. Kawalrianararakalsum.wordpress.com lebih jelas sis

    ReplyDelete
  8. Iseng gugling pake keyword "Zulfikar Rakita Dewa", nyampe dimari. It's been a year, ZRD udah merid, istrinya bentar lagi lahiran, and gosh, tante riana masih terus dan tetap menuntut tanggung jawab moral minta dinikahi sama ZRD yg notabene suami orang.

    Another pesan moral:
    Move on lah, karena move on itu melegakan 😁

    ReplyDelete
  9. Bagus mbak.. Sempat mbuka pikiran saya jg.. Inspiring!

    ReplyDelete