Kepada Kening Itu

1:57:00 AM



Kepada Kening Itu - Flash Fiction: Lagi-lagi, kau pulang dalam keadaan mabuk, Ken. Entah ke berapa kalinya, aku harus mengganti kemejamu yang beraroma parfum wanita, dengan piama yang kusetrika tadi sore. Entah ke sekian kalinya, aku membaringkan tubuhmu  itu, yang jauh lebih berat dariku. Belum lagi mengompres keningmu ketika kau mengeluh, "Pusing... Hangover nih...."

Dalam gigilnya malam, aku hanya berdoa. Esok baik. Esok lebih baik. Esok jauh lebih baik.

Tak melulu berharap kau berubah. Untukku. Setidaknya, kau tak lagi merusak hidupmu. Kau tak melalaikan pekerjaanmu. Yang imbasnya, aku mengerjakan apa-apa yang menjadi tugasmu.

Ken, hanya karena aku serupa dengannya, bukan berarti kau menjadi manja. Hanya karena aku serupa dengan "rumahmu", bukan berarti kau tak keras kepada dirimu. Hanya karena aku toko serba ada, bukan berarti kau tak mencari apa yang perlu.

Kuelus lagi keningmu dengan kelembutan. Kelembutan sosok seperti ibu yang mengasihi anak lelakinya. Kelembutan kekasih yang dianggap tempat untuk berpulang. Kelembutan perempuan yang ditemui saat kau butuh.

Kau peluk aku dengan erat. Aku adalah guling yang nyaman untukmu. Aku adalah teman tidur yang harus siap sedia menampung muntah akibat minuman yang kau teguk. Aku adalah... siapa bagimu? Bahkan, tak ada waktu untuk membicarakannya.

Pernahkah kau berpikir aku akan pergi? Pernahkah kau berpikir kau akan kehilangan? Pernahkah kau berpikir tentangku?

Kepada kening yang kukecup itu, aku menunggu.
Katakanlah, Ken....

You Might Also Like

4 comments

Comments
4 Comments
  1. tabah banget ya. btw, itu emang istrinya atau cuma pacar doang? masih belum jelas sih. hehe

    ReplyDelete
  2. funy skrng gaya tulisannya beda yah lebih melankolis :" but I like it.

    ReplyDelete