Satu Arah

12:53:00 PM

Satu Arah - Flash Fiction: Simfoni jangkrik terdengar sedikit berbeda kali ini untuknya. Mungkin karena ia menikmati dengan seseorang yang berbeda. Bersamanya, dalam perasaan ragu.

Ia hanyalah seorang perempuan yang tak pandai bersolek untuk menjadi bunga. Ia hanyalah seorang perempuan yang tak memiliki kecakapan untuk membuat orang lain memperhatikannya. Ia hanyalah seorang perempuan yang tak berpendidikan tinggi untuk menjadi seseorang yang punya nama.

Ia hanyalah seorang perempuan dengan seribu rancu. Ia hanyalah seorang perempuan dengan segala penolakan-penolakannya. Ia hanyalah seorang perempuan yang menyukai pembicaraan tabu, meski miskin praktik.

Ia hanyalah seorang perempuan yang penuh ketakutan setiap harinya. Ia hanyalah seorang perempuan yang tidak memiliki selera. Ia hanyalah seorang perempuan yang berdiri di antara panas dan dingin.

Ia hanyalah seorang perempuan yang memiliki bibir untuk menghibur meskipun dengan cara yang salah. Ia hanyalah seorang perempuan yang memiliki telinga untuk mendengarkan teriakan yang terkubur malam. Ia hanyalah seorang perempuan yang memiliki hati untuk menguatkan hati-hati lelah dan putus asa.

Dalam keraguan, ia tak coba-coba menebak, ini realita atau sandiwara, Ia menggenggam tangan pria asing di sampingnya, dengan satu harapan; ia tak berharap.

Raguku, semoga bukan sendu. 

You Might Also Like

8 comments

Comments
8 Comments
  1. Hmm. Menarik sekali. Siapakah perempuan itu?

    ReplyDelete
  2. Hihihi bagus nih kak. Tapi kok karakter si perempuan ragu ini agak gimana gitu ya setelah tau dia suka ngomongin hal tabu. \:p/

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba nanti diwawancara ke orangnya, ya :p

      Delete
  3. perempuan itu sepertinya banyak sisi negatif nya terlintas di suka bercerita tabu atau gosip ..

    ReplyDelete